IHSG Sesi I Jatuh 0,81%, Sebaliknya Saham DIVA dan MSKY Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (26/2/2026), ditutup anjlok 67,05 poin (0,81%) menjadi 8.255. Rentang pergerakan 8.236-8.358 dengan nilai transaksi Rp 11,35 triliun.
Pelemahan sejalan dengan penurunan seluruh sektor saham, seperti sektor konsumer primer 1,99%, material dasar 1,77%, sektor infrastruktur 1,68%, sektor energi 1,22%, sektor konsumer non primer 1,04%, dan sektor transportasi 2,60%.
Baca Juga
BRI (BBRI) Optimistis Kinerja 2026 Makin Baik, Bidik Pertumbuhan Kredit 9%
Tekanan indeks datang dari kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti FILM, PTRO, MDKA, RAJA, RATU, saham PANI, dan sahm EMAS. Sebaliknya saham penahan indeks dari penurunan dalam datang dari saham TKIM, BREN, dan TPIA.
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham DIVA naik 28,83% menjadi Rp 210, MSKY menguat 28,21%, IFSH menguat 25% menjadi Rp 2.000, KAQI naik 21,90% menjadi Rp 128, dan TKIM naik 19,13% menjadi Rp 10.900.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup naik 41,4 poin (0,50%) menjadi 8.322. Penguatan ini didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor industri 2,21%, sektor konsumer primer 2,71%, sektor kesehatan 2,73%, sektor material dasar 1,03%, dan sektor energi 1,06%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan, teknologi, dan transportasi.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, sejumlah saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham JAYA menguat 35% menjadi Rp 162, SCNP naik 34,94% menjadi Rp 224, KAQI menguat 34,62% menjadi Rp 105, KONI naik 25% menjadi Rp 2.250, dan TKIM melesat sebanyak 20% menjadi Rp 9.150.

