IHSG Dibuka Melesat Menuju 8.428, Saham MEGA dan DIVA Lanjut Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/2/2026), dibuka menguat 31,97 poin (0,38%) menjadi 8.428. Kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan sejumlah pasar Asia yang dominan melemah.
Kenaikan didukung penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar, industry, consumer non primer, keuangan, teknologi, infrastruktur, property, dan sektor transportasi.
Baca Juga
Konversi Utang Jadi Saham, Widodo Makmur (WMUU) Rights Issue 6,1 Miliar Saham
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu saham MEGA kembali auto reject atas (ARA) setelah naik Rp 1.020 (24%) menjadi Rp 5.150. Saham DIVA melesat 28,87% menjadi Rp 250 dan STAR naik 19,31% menjadi Rp 865.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 124,31 poin (1,50%) menjadi 8.396,08 didukung dengan net buy saham oleh investor asing senilai Rp 1,14 triliun. Net buy terbanya disumbangkan saham BBRI senilai Rp 393,52 miliar, BMRI mencapai Rp 330,61 miliar, dan SUPA sebanyak Rp 139,58 miliar.
Baca Juga
Target Harga Saham Energi Mega (ENRG) Direvisi Naik ke Rp 2.140, Momentum Ini Jadi Katalis
Lompatan IHSG ini didukung kenaikan sejumlah saham big cap, seperti saham EMAS meleseat 6,33% menjadi Rp 8.400, TPIA naik 6,32% menjadi Rp 7.150, BMRI menguat 2,93% menjadi Rp 5.275, BBRI naik 1,56% menjadi Rp 3.900, dan RATU menguat 4,32% menjadi Rp 7.850.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu tiga saham catatkan auto reject atas (ARA), seperti saham DIVA naik 34,72% menjadi Rp 194, MEGA naik 24,77% menjadi Rp 4.130, dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 24,55% menjadi Rp 1.065. Meski tak ARA, saham YELO meleseat 27% menjadi Rp 127, PADI naik 22,96% menjadi Rp 166, dan BIPI naik 20,18% menjadi Rp 166.

