IHSG Dibuka Menguat, Saham DIVA dan LABA Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/6/2024), dibuka menguat 10 poin (0,14%) menjadi 6.888. Penguatan indeks ditopang penguatan sejumlah sektor saham.
Beberapa sektor saham yang dibuka menguat, yaitu saham sektor material dasar, sektor energi, sektor consumer non primer, sektor teknologi, dan sektor consumer primer. Sebaliknya penurunan tipis landa sektor keuangan, sektor industry, dan sektor energi.
Baca Juga
Outlook Kinerja Mayora (MYOR) Terus Menguat, Bagaimana dengan Sahamnya?
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat awal transaksi ini, yaitu saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) melesat 15 (18,75%) menjadi Rp 95, PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA) melesat Rp 26 (14,29%) menjadi Rp 208, dan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) naik Rp 105 (11,73%) menjadi Rp 1.000.
Sebaliknya penurunan melanda saham PT PAM Mineral tbk (NICL), PT Perma Plasindo TbK (BINO), dan PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS). Sedangkan saham bank papan atas bergerak bervariasi dengan penurunan awal transaksi melanda saham BBNI dan BMRI.
Pekan lalu, IHSG melesat sebanyak 2,16% menjadi 6.879,97. Kenaikan indeks ditopang penguatan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) setelah dikeluarkan dari papan pemantauan khusus kemarin. Saham ini emiten Prajogo Pangestu ini berhasil menguat dari level Rp 7.850 menjadi Rp 9.100 dalam sepekan ini.
Baca Juga
Begini Prospek Terbaru Saham Indah Kiat (INKP) Usai Rilis Keuangan
Sedangkan secara sectoral, saham sektor infrastruktur menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks setelah terjadi lompatan 5,27%, sektor keuangan 2,71%, sektor energi 2,14%, sektor industry 1,90%, dan sektor transportasi 1,66%. Sebaliknya sekotr saham consumer primer, consumer non primer, dan properti turun.
Pemodal asing juga terungkap pembelian bersih (net buy) senilai Rp 333,5 miliar pekan ini atau meningkat dari realisasi pekan lalu Rp 32,85 miliar. Meski demikian, pemodal asing masih mencatatkan net sell saham year to date (ytd) sebanyak Rp 8,22 triliun.

