Suspensi Saham Barito Renewables (BREN) Dicabut, Kemana Pergerakan Harganya?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mulai perdagangan sesi I, Senin (13/11/2023). Pembukaan dilakukan di seluruh pasar regular dan tunai.
BEI sebelumnya menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham BREN pada Jumat (10/11/2023) dipicu lonjakan harga terhitung sejak listing perdana pada 10 Oktober hingga akhir pekan lalu. Saham ini ditutup melesat 567,87%.
Baca Juga
Genggam US$ 38,7 Miliar, Prajogo Pangestu Taklukkan Low Tuck Kwong hingga Hartono Bersaudara
“Suspensi saham BREN di pasar regular dan pasar tunia dibuka kembali mulai perdagangan sesi I, 13 November 2023,” tulis PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Donni Kusuma Permana dan PH Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Martin Satria D Bako di Jakarta
Data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/11/2023), saham BREN ditutup menguat sebanyak Rp 825 (18,75%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 5.225. Penguatan tersebut menjadikan market cap saham BREN melesat menjadi Rp 699,03 triliun dan membuatnya menjadi emiten dengan market cap terbesar ketiga di BEI.
Baca Juga
Melesat 569,87%, BEI Suspensi Saham Barito Renewables (BREN)
Posisi tersebut diraih setelah menyalip PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan market cap Rp 621,66 triliun setelah harga sahamnya ditutup melemeh Rp 125 (0,67%) menjadi Rp 18.650.
Berdasarkan data, harga saham BREN sejak listing perdana di BEI hingga penutupan perdagangan hari ini telah mencapai 569,87%. Saham BREN telah melambung dari level perdana Rp 870 pada 9 Oktober 2023 menjadi Rp 5.225 pada penutupan perdagangan saham 9 November 2023 atau dalam satu bulan terakhir.

