Saham Sektor Teknologi Anjlok, IHSG Sesi I Terkoreksi 40 Poin
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/12/2023), ditutup anjlok 40,27 poin (0,56%) menjadi 7.119,33. Indeks bergerak dalam rentang 7.101,13-7.160,42 dengan nilai transaksi Rp 7,66 triliun.
Baca Juga
Investasi US$ 1,5 Miliar, GOTO dan TikTok Jalin Kemitraan Strategis
Pelemahan indeks dipicu atas penurunan dalam saham sektor teknologi sekitar 4,49%, sektor infrastruktur 1,07%, sektor transportasi 1,60%, saham sektor properti 1,11%, dan saham sektor konsumer primer 0,93%.
Sebaliknya penguatan melanda saham sektor material dasar 0,48%, sektor keuangan 0,40%, dan saham sektor energi 0,07%.
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham berikut torehkan lompatan harga, yaitu saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik Rp 245 (20,94%) menjadi Rp 1.415, PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) naik Rp 15 (25,42%) menjadi Rp 74, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menguat Rp 54 (15,34%) menjadi Rp 406, dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) naik Rp 22 (15,07%) menjadi Rp 168.
Baca Juga
AKR Corporindo (AKRA) Bidik Pertumbuhan Laba Bersih 15% Tahun 2024
Sebaliknya penurunan paling dalma melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID), dan PT Hillcon Tbk (HILL).

