IHSG Dibuka Anjlok 0,67% jelang Libur Imlek, Sebaliknya Saham ROCK Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/2/2026), dibuka anjlok 55 poiun (0,67%) menjadi 8.212. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan mayoritas saham bursa Asia dan menjelang libur panjak Imlek.
Pelemahan dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar, energi, consumer primer, keuangan, property, infrastruktur, teknologi, hingga industry.
Baca Juga
Target Harga Saham Indosat (ISAT) Dipertahankan Rp 3.000, Sejumlah Faktor Ini Jadi Pendukung
Meski IHSG dibuka anjlok, sejumlah saham catatkan penguatan pesat pagi ini, yaitu saham ROCK menguat 24,79% menjadi Rp 3.020, BAIK naik 23,19% menjadi Rp 510, dan SSTM naik 18,48% menjadi Rp 1.790. Kenaikan juga melanda saham BELL sebanyak 18,88% menjadi Rp 169.
Kemarin, IHSG ditutup melemah 25,62 poin (0,31%) menjadi 8.265 dengan investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,48 triliun. Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu BBCA sebanyak Rp 890,06 miliar, BUMI senilai Rp 525,81 miliar, dan DEWA mencapai Rp 256,51 miliar.
Baca Juga
Jelang Rilis Inflasi AS, Koin Kripto Papan Atas Masih Lesu dan Bitcoin Turun di Bawah US$ 66.000
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham sektor consumer non primer 0,60%, sektor consumer primer 0,92%, infrastruktur 0,44%, dan teknologi 0,12%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor material dasar 1,46%, sektor industry 0,13%, dan property 0,94%.
Meski IHSG turun, sejumlah saham justru berhasil pertahankan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham LAPD catatkan ARA dengan kenaikan 34,55% menjadi Rp 148, ZATA menguat 32,98% menjadi Rp 125, JIHD naik 25% menjadi Rp 675, INDS menguat 25% menjadi Rp 1.775, ROCK melesat 24,74% menjadi Rp 2.420, SSTM naik 24,69% menjadi Rp 1.515, dan YPAS naik 24,77% menjadi Rp 680.
