IHSG Anjlok 110 Poin dalam 2 Menit Transaksi, Sebaliknya Saham VICO dan ROCK Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/3/2026), dibuka melemah sebanyak 21,76 poin (0,30%) menjadi 7.115. Pelemahan terjadi saat pasar saham Asia bergerak bervariasi. Bahkan, indeks turun lebih dari 110 poin hanya dalam dua menit transaksi.
Pelemahan dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, material dasar, industry, teknologi, keuangan, konsumer primer, konsumer non primer. Sebaliknya penguatan melanda sahm sektor property dan kesehatan.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari ini, Ada Saham Boy Thohir
Meski dibuka melemah, sejumlah saham ini catatkan lomptan harga pagi ini, yaitu saham VICO melesat 31,39% menjadi Rp 180, ROCK menguat 23,01% menjadi Rp 2.780, dan LRNA menguat 19,79% menjadi Rp 230.
Pekan lalu, IHSG mencatatkan penurunan sebanyak 448,47 poin (5,91%) ke terendah baru tahun 2026 level 7.137,21. Berlanjutnya pelemahan tersebut menjadikan total penurunan IHSG sepanjang 2026 berjalan telah mencapai 17,46%.
Penurunan tersebut lanjutkan pelemahan siginifikat atas IHSG sebanyak 649,79 poin (7,89%) menjadi 7.585,68 pada pekan sebelumnya. Penurunan beruntun tersebut menjadikan pelemahan indeks saham BEI yang paling dalam di dunia sepanjang year to date (ytd) dengan persentase pelemahan 17,46%.
Baca Juga
BTN (BBTN) Akselerasi Transformasi Bisnis, Perkuat Layanan 'Full Banking Services'
Pemberat utama indeks pekan ini datang dari kejatuhan saham big cap, seperti BREN yang anjlok 18,45%, AMMN turun 19,18%, DSSA melemah sebanyak 11,24%, BBRI turun 4,36%, dan TLKM anjlok lebih dari 6,9% pekan ini.
Selain mencatatkan penurunan dalam, pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham pekan ini mencapai Rp 1,56 triliun. Aksi asing ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 2,22 triliun.

