IHSG Turun 0,31% Akibat Profit Taking, Sejumlah Saham Ini justru ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/2/2026), ditutup melemah sebanyak 25,62 poin (0,31%) menjadi 8.265. Rentang pergerakan 8.220-8.334 dengan nilai transaksi Rp 21,93 triliun.
Pelemahan dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham sektor consumer non primer 0,60%, sektor consumer primer 0,92%, infrastruktur 0,44%, dan teknologi 0,12%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor material dasar 1,46%, sektor industry 0,13%, dan property 0,94%.
Pemicu utama penurunan indeks datang dari pelemahan saham big cap berikut, seperti DSSA, MLPT, MORA, PANI, GGRM, hingga JSPT. Pelemahan juga dipicu atas penurunan saham TPIA, BREN, hingga BRPT.
Baca Juga
Ingatkan Pemda, Wamenkeu Minta Bunga Kredit Usaha Warga Eks Kampung Kumuh Tak Setara Bunga Bank
Meski IHSG turun, sejumlah saham justru berhasil pertahankan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham LAPD catatkan ARA dengan kenaikan 34,55% menjadi Rp 148, ZATA menguat 32,98% menjadi Rp 125, JIHD naik 25% menjadi Rp 675, INDS menguat 25% menjadi Rp 1.775, ROCK melesat 24,74% menjadi Rp 2.420, SSTM naik 24,69% menjadi Rp 1.515, dan YPAS ARA setelah naik 24,77% menjadi Rp 680.
Kemarin, IHSG melesat sebanyak 159 poin (1,96%) menjadi 8.290,97, namun net sell saham masih berlanjut dipimpin saham BBCA Rp 626,20 miliar, BUMI Rp 584,36 miliar, DEWA senilai Rp 129,67 miliar, BMRI mencapai Rp 102,62 miliar, dan CDIA sebanyak Rp 64,85 miliar.
Kenaikan didorong oleh membaiknya sentimen investor pasca pertemuan Prabowo Subianto dengan para konglomerat, langkah reformasi dan komunikasi aktif Bursa Efek Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan, rilis kinerja emiten, faktor teknikal, serta penguatan rupiah terhadap dolar AS.
Baca Juga
Batalkan RUPSLB, Saham Satria Mega (SOTS) Langsung Jatuh hingga ARB
Lompatan indeks ditopang penguatan saham konglomerasi, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu PTRO, BRPT, CUAN, hingga BREN. Saham emiten konglo Happy Hapsoro, yaitu MINA, PSKT, RATU, hingga RAJA.
Adapun sektor saham dengan kenaikan harga paling pesat melanda, sektor energi naik 5,95%, consumer primer 5,34%, industry 3,92%, infrastruktur 3,85%, material dasar 3%, dan sektor property 1,52%. Sebaliknya sektor bank turu 0,49%.
Di tengah penguatan tersebut, beberapa saham berikut melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PIPA melesat 34,93% menjadi Rp 197, PADI naik 34,88% menjadi Rp 116, IFSH menguat 25% menjadi Rp 1.975, GMTD menguat 25% menjadi Rp 2.650, MINA naik 24,79% menjadi Rp 302, PSKT naik 24,27% menjadi Rp 256, RATU sebanyak 19,90% menjadi Rp 6.175, dan PTRO menguat 19,60% menjadi Rp 7.150.
