IHSG Ditutup Melemah 0,47% Akibat Profit Taking, Sebaliknya 6 Saham Dipimpin SMMT Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/9/2026), dilanda aksi ambil untung (profit taking) hingga picu penurunan 31,41 poin (0,47%) menjadi 6.636. Rentang pergerakan 6.633-6.704 dengan nilai transaksi Rp 13,73 triliun.
Penurunan indeks kali ini berbanding terbalik dengan mayoritas pasar saham Asia yang justru catatkan penguatan. Penurunan indeks tertekan kejatuhan beberapa saham berikut, MDIA, PTSP, CMRY, ASII, INDF, BBCA, PANI, CBDK, dan UNTR, dan beberapa saham lainnya.
Baca Juga
Dian Swastatika (DSSA) Gencar Bisnis Digital, Ini Katalis Utama yang Jadi Andalan
Penurunan juga terseret kejatuhan sejumlah sektor saham berikut, seperti sektor konsumer non primer melemah 1,07%, material dasar 0,41%, keuangan 0,40%, kesehatan 0,70%, teknologi 0,76%, infrastruktur 0,30%, transportasi 1,09%, properti 0,01%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor energi 0,22%, sektor industri naik 0,18%, sektor konsumer primer naik 0,19%.
Meski IHSG terjungkal, sejumlah saham berikut justru bukukan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham UANG naik 24,92% menjadi Rp 4.010, RONY naik 24,90% menjadi Rp 1.580, SMMT menguat 24,88% menjadi Rp 2.610, SURE sebanyak 24,71% menjadi Rp 3.280, NATO menguat 24,63% menjadi Rp 1.265, dan AKSI naik 24,62% menjadi Rp 324.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup menguat pesat 72,11 poin (1,09%) menjadi 6.667 disertai dengan investor asing catatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 1,06 triliun, terbanyak BMRI senilai Rp 471,38 miliar dan BBCA mencapai Rp 207,10 miliar.
Lompatan hingga ARA melanda saham VRNA naik 22,78% menjadi Rp 99, saham TRUK sebanyak 25% menjadi Rp 1.075, UANG naik 24,90% menjadi Rp 3.210, NICK naik 24,81% menjadi Rp 2.440, dan FORU menguat 24,81% menjadi Rp 3.220. Kenaikan juga melanda saham GRPH sebanyak 23,96% menjadi Rp 119 dan HOPE naik 22,12% menjadi Rp 276.
