Bagikan

Margin Cenderung Menguat, Saham ANTM dan NCKL Jadi Pilihan Sektor Nikel

JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik outlook saham pertambangan logam (metal mining) menjadi overweight didukung perbaikan margin keuntungan pada kuartal IV-2025 disertai dengan visibilitas laba lebih kuat tahun ini.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Aneka Tambang TBk (ANTM) dengan target harga Rp 4.800, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga Rp 7.500, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dengan target harga Rp 1.800, dan PT Timah Tbk (TINS) dengan target harga Rp 4.100.

Baca Juga

Pemerintah Tolak Sebut Ada Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel

Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Andhika Audrey dalam riset yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa kinerja emiten sektor metal mining, khususnya nikel diperkirakan meningkat pesat pada kuartal IV-2025. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan average selling price (ASP) dan ekspansi margin, meski pertumbuhan volume relatif terbatas.

ASP komoditas berbasis nikel tercatat naik sekitar 0,1–1,1% secara kuartalan (qoq), termasuk kenaikan sekitar 0,5% qoq pada bijih nikel saprolit. Kondisi ini mendorong ekspansi margin dengan proyeksi gross profit margin (GPM) mencapai sekitar 17% dan net profit margin (NPM) sekitar 10,1% pada kuartal terakhir tahun lalu.

Sementara itu, laba ANTM diperkirakan tetap solid, mencapai sekitar 109% dari estimasi internal dan 110% dari estimasi konsensus. Kinerja tersebut ditopang kontribusi kuat dari segmen nikel, meski volume penjualan emas pada kuartal IV-2025 diprediksi cenderung lemah.

Pemangkasan Produksi

Memasuki tahun 2026, pemerintah menerapkan kebijakan pemangkasan produksi nikel sebesar 34% yoy menjadi sekitar 250 juta wmt. Langkah ini diharapkan menjadi katalis utama saham-saham berbasis nikel.

Kebijakan ini berpeluang mengubah struktural pasar nikel global dari surplus sekitar 107 ribu ton menjadi defisit sekitar 705 ribu ton. Dengan kondisi tersebut, harga jual nikel dunia diperkirakan tetap kuat, sehingga pertumbuhan laba diproyeksikan melampaui pertumbuhan pendapatan, terutama bagi emiten dengan visibilitas pasokan bahan baku (feedstock) yang kuat serta leverage operasional tinggi.

Baca Juga

Harita (NCKL) dan Babak Baru Industri Nikel Indonesia Hadapi Era Terkini EV

Di tengah sejumlah faktor tersebut BRI Danareksa Sekuritas memilih merevisi naik rekomendasi saham sektor metal mining menjadi overweight dengan rekomendasi beli seluruh saham sektor ini. “ANTM dan NCKL menjadi pilihan utama karena didukung harga bijih yang stabil, operasi terintegrasi, serta sensitivitas laba yang tinggi terhadap kenaikan ASP,” tulis riset tersebut.

Adapun MBMA tetap diuntungkan dari normalisasi operasi HGNM. Sementara saham TINS direkomendasikan beli sejalan dengan membaiknya kualitas feedstock dan momentum harga timah yang positif. INCO dinilai lebih bersifat taktis di tengah volatilitas pasokan bahan baku dan laba.

Grafik Saham NCKL dan ANTM
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024