Pelayaran Nasional (ELPI) Gelar Rights Issue 2,03 Miliar Saham, Intip Penggunaan Dananya
JAKARTA, investortrust.id – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berencana menggelar Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue sebanyak 2,03 miliar saham, setara dengan 27,39% dari jumlah saham beredar.
Manajemen ELPI dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1/2026), disebutkan bahwa dana hasil rights issue tersebut akan dimanfaatkan untuk keperluan likuiditas umum, belanja modal, serta modal kerja. Penggunaan dana juga mencakup kegiatan usaha dalam rangka diversifikasi, ekspansi, dan investasi, termasuk kegiatan penunjangnya.
Baca Juga
Pemerintah Matangkan Skema Pengalihan Pengelolaan Tambang Emas Martabe ke Perminas
Pelaksanaan aksi korporasi ini akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret 2026.
Manajemen ELPI menambahkan bahwa rights issue tersebut berpotensi menimbulkan perubahan struktur kepemilikan saham, termasuk masuknya pemegang saham baru. Selain itu, aksi ini juga dapat menimbulkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Baca Juga
OJK Hargai Pengunduran Diri Iman Rachman, Pastikan Operasional BEI Tetap Normal
Pada perdagangan hingga perdaganganawal sesi II Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, saham ELPI ditutup melonjak Rp 260 atau 24,89% menjadi Rp 1.405. Secara bulanan, harga saham perseroan telah menguat lebih dari 78% dan mencapai kenaikan 293% dalam satu tahun terakhir.

