ITMG Buka-bukaan Soal Produksi Tambang Baru hingga Pengembangan Bisnis EBT
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan area tambang baru yang dikelola anak usahanya, PT Graha Panca Karsa (GPK), beroperasi tahun 2024.
Diketahui, GPK memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan total konsesi seluas 5.060 hektare. Sejak tahun lalu sampai kuartal III tahun 2023, GPK telah melakukan beberapa persiapan guna memulai operasi tambang tahun depan. Persiapan dimaksud, meliputi pembersihan lahan dan persiapan area pelabuhan serta jalan angkut.
Direktur Utama Indo Tambangraya Megah, Mulianto, mengatakan, pihaknya juga telah memulai kegiatan pengeboran untuk pengambilan sampel geoteknik, melakukan desain teknik, fabrikasi, dan menentukan lokasi penambangan yang potensial.
“Kegiatan persiapan akan terus dilakukan hingga GPK memulai produksi batu bara pada 2024. Batu bara dari GPK akan meningkatkan volume produksi ITM secara keseluruhan, serta memperkaya kualitas batu bara yang dimiliki ITMG, sehingga semakin dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam,” jelas Mulianto dalam keterangan resmi yang diterima Kamis, (16/11/2023).
Baca Juga
Calon Investor Ingkar, TGRA Gandeng Bahana Cari Pendanaan Proyek 5 PLTMH
Selain perkembangan GPK, Manajemen ITMG membocorkan rencana pengembangan ladang panel surya serta sumber energi terbarukan lainnya.
Dikatakan Mulianto, Perseroan telah menetapkan arah strategis perusahaan dalam bisnis energi terbarukan, yang terdiri dari pembangkitan energi dan teknologi energi. ‘’Dalam hal pembangkitan energi, ITM berencana mengembangkan ladang panel surya serta sumber energi terbarukan lainnya,’’ jelasnya.
Dalam hal teknologi energi, ITM mengembangkan layanan pemasangan panel surya atap yang ditargetkan untuk sektor komersial dan industri. Prakarsa ini diperkuat dengan peningkatan efisiensi energi melalui perbaikan proses, penggunaan peralatan yang lebih efisien, dan penerapan teknologi penghematan energi. Sehingga berkontribusi pada pemanfaatan energi yang semakin efisien.
Baca Juga
Makin Dominan, Keluarga Taipan Eddy Sugianto Borong 1 Juta Saham MAHA
“Selain itu, kerja sama strategis juga dijajaki guna mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem energi terbarukan yang ada,” imbuh Mulianto.
ITM, melalui anak usaha yang bergerak di bidang energi terbarukan, PT ITM Bhinneka Power (IBP), baru mengakuisisi 65% saham PT Centra Multi Suryanesia Aset (Suryanesia). Dengan tujuan memperluas kapasitas bisnis atap surya melalui kemitraan bisnis serta sejalan dengan arah strategis perusahaan dalam bisnis energi terbarukan.
Suryanesia menerapkan model bisnis ‘Solar as a Service’, yaitu pendekatan layanan bagi pelanggan tanpa mengeluarkan investasi awal terhadap sistem atap surya yang akan digunakan pelanggan dan membayar biaya bulanan sesuai listrik yang dihasilkan sistem atap surya tersebut. (CR-10)

