IHSG kembali Dibuka Anjlok 3,52%, Saham Big Cap Lanjut Jatuh
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026), dibuka terjun sebanyak 292,73 poin (3,52%) menjadi 8.027. Penurunan indeks berbanding terbalik dengan bursa saham Asia yang dibuka cenderung naik.
Pelemahan dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penurunan terdalam dicatatkan sektor infrastruktur, industry, konsumer primer, konsumer non primer, keuangan, dan property.
Baca Juga
Danantara Akan Ambil Alih Tambang Martabe Lewat Perminas, Rosan: Akan Dirapatkan
Kejatuhan dipicu atas penurunan dalam saham big cal berikut, seperti BBCA, BRPT, IMPC, RATU, TPIA, hingga ENRG. Sebaliknya saham dengan kenaikan pesat dibukukan ASPR naik 25% menjadi Rp 150, ASJT naik 22% menjadi Rp 220, dan WAPO menguat 16% menjadi Rp 294.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, masih di atas MA80, indikator MACD dead cross. Dengan demikian, IHSG diproyeksikan cenderung melemah dengan saham pilihan MEDC, PSAB, HMSP, dan INDF.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham Hari Ini, Ada PSAB hingga INDF
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham AS yang ditutup mayoritas menguat. Sentimen positif disebabkan oleh Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap seperti yang diperkirakan pada level 3.5% - 3.75%. Adapun mayoritas indeks saham Asia dibuka menguat pagi ini, seperti indeks Nikkei 225 naik 0,05% dan indeks Kospi menguat 1,69%.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.705, PSAB dengan target harga Rp 710, HMSP dengan target harga Rp 925, dan INDF dengan target harga Rp 7.725.
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 659,67 poin (7,35%) menjadi 8.320, bahkan sempat terkena trading halt selama 30 menit akibat turun lebih dari 8% di sesi II. Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 6,17 triliun, terbesar disumbangkan BBCA Rp 4,1 triliun.
Baca Juga
Krakatau Steel (KRAS) Sukses Raih Best Stock Awards 2026 Sektor Barang Baku
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penekan utama datang dari saham-saham big cap, seperti saham BREN, PTRO, BRPT. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti BBCA, DSSA, MORA, PANI, hingga RATU. Kejatuahan tersebut dipicu atas pengumuman MSCI yang menangguhkan perhitungan saham Indonesia dalam indeks.
Sebaliknya sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saahm WAPO naik 34,04% menjadi Rp 252, STAR naik 24,80% menjadi Rp 780, dan BOGA naik 24,74% menjadi Rp 1.790. Kenaikan pesat juga melanda saham BALI sebanyak 23,84% menjadi Rp 1.740 dan AGAR naik 12,10% menjadi Rp 278.
