PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) Kucurkan Dividen Interim dan Ekspansi Energi Terbarukan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Emiten penyedia listrik PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) membagikan dividen sambil menjaga pertumbuhan kinerja di tengah tantangan biaya operasional dan permintaan energi.
Pada Desember 2025, perseroan menyetujui pembayaran dividen interim sebesar US$ 22,94 juta atau sekitar Rp 383,2 miliar atau Rp 24,2 per saham. Keputusan dividen ini mencerminkan posisi laba bersih perseroan sebesar US$ 57,3 juta dan saldo laba ditahan mencatat US$ 310,7 juta, dengan rasio pembayaran dividen sekitar 40 % dari laba triwulan III 2025.
Sebelumnya, dalam RUPSLB yang digelar medio November 2025, pemegang saham telah menyetujui langkah manajemen perseroan untuk menerbitkan obligasi denominasi dollar Amerika Serikat senilai US$ 500 juta. Surat utang ini akan diterbitkan dengan menyesuaikan kondisi pasar, dengan bunga paling tinggi 7,0% per tahun dengan tenor 10 tahun. Artinyaperseroan akan memiliki keleluasaan untuk melakukan refinancing utang jatuh tempo dalam 12 bulan berikutnya.
Adapun, perseroan tercatat masih memiliki utang dari surat utang sebesar US$ 500 juta yang akan jatuh tempo pada 14 September 2026. Manajemen sendiri mengungkapkan bahwa dana dari hasil penerbitan surat utang atau notes tersebut akan digunakan untuk memelihara likuiditas perseroan dan memperpanjang profil jatuh tempo utang. Harapannya langkah ini akan mendukung pertumbuhan kinerja perseroan.
Bentuk anak usaha untuk dukung pengembangan EBT
Selain aksi corporate cash return, POWR juga bergerak ke arah ekspansi energi baru terbarukan lewat pendirian anak usaha baru PT Energi Baik Alami (EBA) pada pertengahan 2025, sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset dan menguatkan portofolio energi bersih jangka panjang.
Baca Juga
Cikarang Listrindo (POWR) Sabet Penghargaan Platinum Star di Investortrust ESG Awards 2025
Langkah ini sejalan dengan fokus perseroan memperluas kontribusi segmen non-konvensional di tengah permintaan listrik industri yang masih menjadi penyumbang utama kinerja keuangan POWR.
Sekadar informasi, Cikarang Listrindo mendirikan PT Energi Baik Alami (EBA) pada 16 Juni 2025. Dengan porsi saham 99,99% dari total modal disetor dan ditempatkan di EBA. Disampaikan manajemen dalam keterangan resminya saat itu, EBA akan bergerak sebagai perusahaan holding dan akan berfokus pada pengelolaan dan pengembangan investasi di sektor energi terbarukan.
Tak kurang dua bulan setelah pendirian anak usaha PT Energi Baik Alami (EBA), Cikarang Listrindo kembali membentuk anak usaha baru bernama PT Alami Energi Lestari (AEL) pada 8 Agustus 2025 dengan kepemilikan 99,99% oleh PT Energi Baik Alami (EBA).
Manajemen perseroan menyebut pendirian PT AEL akan memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan usaha perseroan, terutama untuk pengembangan jangka panjang di sektor energi bersih.
“Pendirian anak perusahaan ini akan mendukung pengembangan berkelanjutan Cikarang Listrindo di bidang energi terbarukan,” demikian keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen pada Bursa Efek Indonesia, Jumat (22/8/2025).
Baca Juga
Cikarang Listrindo (POWR) Raih Restu Emisi Surat Utang US$ 500 Juta
Kinerja keuangan
Sementara itu dari sisi kinerja keuangan, berdasar data interim per 30 September 2025 kinerja keuangan perseroan masih dalam tataran yang solid, dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Kendati di periode yang sama terdapat tekanan di sisi operasional yang berdampak pada penurunan laba.
Pada kuartal III-2025, pendapatan PT Cikarang Listrindo mencapai Rp2,35 triliun, meningkat 10,67% dibandingkan kuartal III 2024 sebesar Rp2,13 triliun. Sayangnya peningkatan pendapatan tersebut belum mampu diikuti oleh kinerja profitabilitas. Tercatat operating income di periode yang sama adalah sebesar Rp521,91 miliar, turun 9,49% dari Rp576,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tekanan paling signifikan terlihat pada laba bersih (net profit) yang pada kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp294,60 miliar, merosot tajam sebesar 50,28% dibandingkan kuartal III 2024 yang mencapai Rp592,48 miliar.
Sepanjang Desember 2025–Januari 2026, saham POWR berkisar di area Rp 695–Rp715 per lembar, dengan penutupan sekitar Rp 700–Rp715 pada sesi perdagangan akhir Desember dan pertengahan Januari.
Mengutip InvestingPro, prospek saham POWR didukung oleh profil yield dividen yang menarik serta strategi diversifikasi ke energi terbarukan. Namun, investor juga perlu mencermati risiko dari fluktuasi biaya bahan bakar dan permintaan listrik industri secara makro yang dapat mempengaruhi marjin dan pertumbuhan laba di siklus berikutnya.

