Bagikan

Prospek Dividen Solid, Intip Target Harga Saham Blue Bird (BIRD)

Poin Penting

Kinerja Bluebird 2025 tumbuh dua digit, membuka peluang dividen konsisten seperti tahun sebelumnya.
Laba bersih dan EBITDA meningkat, ditopang efisiensi operasional dan ekspansi layanan.
Saham BIRD dinilai menarik, dengan target harga teknikal Rp1.765–1.800.


JAKARTA, investortrust.id - Prospek dividen PT Blue Bird Tbk (BIRD) dinilai tetap solid seiring kinerja keuangan yang tumbuh dua digit sepanjang 2025, membuka peluang lanjutan pembagian dividen yang konsisten. Saham emiten transportasi ini juga mulai mencuri perhatian pelaku pasar, dengan target harga yang dinilai masih menarik di tengah penguatan fundamental perseroan.

Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono mengisyaratkan pola pembagian dividen perseroan tidak akan jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Ya pokoknya kita setiap tahun punya pakemnya kira-kira sama lah. Nanti kan RUPS-nya masih Juni,” ucap Adrianto atau yang akrab disapa Andre saat ditanya investortrust.id di Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/11/2025).

Andre juga mengonfirmasi bahwa kinerja keuangan Bluebird sepanjang 2025 mencatatkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. "Ya kinerja lebih baik daripada tahun lalu,” ujarnya.

Saat ditanya apakah pertumbuhan tersebut mencapai dua digit, Andre menjawab singkat namun tegas, “Pasti.”

Sebagai catatan, Bluebird sebelumnya telah membagikan dividen tunai sebesar Rp 120 per saham atau setara Rp 300,2 miliar. Dividen tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (19/6/2025), meningkat dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp 91 per saham dari laba bersih 2023.

Baca Juga

Blue Bird (BIRD) Fokus Layanan dan Ekspansi di Tengah Isu Merger Grab–GOTO

Dari sisi fundamental, kinerja keuangan Bluebird hingga kuartal III 2025 mencerminkan ketahanan bisnis di tengah dinamika industri mobilitas. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 4,12 triliun, tumbuh 12,4%dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih meningkat 10,5% menjadi Rp488 miliar, sementara EBITDA naik 13,6% menjadi Rp996,6 miliar.

Capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi Bluebird dalam memperluas kanal layanan, meremajakan armada, serta meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan.

Di sisi strategi jangka panjang, Bluebird juga terus memperkuat relevansi merek lintas generasi. Terbaru, perseroan resmi menjalin kolaborasi dengan Tahilalats, intellectual property (IP) lokal Indonesia, melalui berbagai aktivasi kreatif mulai dari merchandise edisi terbatas hingga pengalaman interaktif Bus BirdGembira.

Andre menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar, khususnya generasi muda.

“Kolaborasi kreatif ini merupakan bagian dari upaya Bluebird memperluas penetrasi pasar, khususnya di kalangan generasi muda. Ini menjadi langkah kami untuk mengekspresikan identitas Bluebird dengan cara baru yang lebih dekat dengan pelanggan, lewat cerita, visual, dan pengalaman yang berkesan,” kata Andre di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Target Harga

Sementara itu, dari sisi teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit menilai saham BIRD berada pada area menarik. Secara teknikal, BIRD berada pada rekomendasi trading buy dengan level support di Rp 1.715 dan resistance Rp 1.730, serta target harga di kisaran Rp 1.765-1.800.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024