Bagikan

Pertumbuhan Diprediksi Berlanjut, Begini Prospek Saham Blue Bird (BIRD)

JAKARTA, investortrust.id PT Blue Bird Tbk (BIRD) membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih mencapai 15-20% sepanjang tahu ini. Pertumbuhan didukung rencana penambahan bersih berkisar 2.000-3.000 armada baru.

Peningkatan kinerja keuangan juga didukung kenaikan rata-rata tarif yang mulai berdampak terhadap peninkgatan kinerja keuangan. Kenaikan ini tidak akan berimbas negatif terhadap pertumbuhan pendapatan. Selain itu, perseroan akan memperkuat utilisasi segmen bisnis di luar taksi yang menawarkan margin keuntungan lebih pesat. 

Baca Juga

Pengendali Blue Bird (BIRD) Berlomba-lomba Borong Saham, Ada Apa? 

Demikian penjelasan manajemen BIRD dalam Mandiri Investment Forum 2024 yang diterbitkan Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan analis Farah Rahmi Oktaviani dan Vanessa Taslim di Jakarta, pekan lalu. 

Dalam Mandiri Investment Forum diungkapkan manajemen BIRD bahwa pendapatan ditargetkan bertumbuh berkisar 15-20% ditopang penyesuaian tarif yang dilakukan sejak Januari 2024. Target pendapatan tersebut juga mempertimbangkan rencana penambahan sebanyak 2.000-3.000 armada yang terdiri atas taksi dan non taksi dengan rasio 50:50. 

Sedangkan belanja modal tahun ini diperkirakan lebih tinggi menjadi Rp 2,2 triliun, dibandingkan anggaran tahun lalu sekitar Rp 1,4-1,5 triliun. Anggaran besar tersebut sejalan dengan rencana penambahan armada secara besar-besaran tahun ini. Perseroan juga berencana ekspansi dengan merangsek kota baru, seperti Balikpapan. 

Baca Juga

Bluebird Group (BIRD) Siapkan Transportasi Ramah Lingkungan di IKN, Investasi Rp250 Miliar

Selain penguatan bisnis taksi reguler, dia mengatakan, BIRD berencana meluncurkan segmen bus antar kota dan antar provinsi di bawah naungan bran Cititrans. Bisnis ini untuk menangkap pasar bus priemium antar kotan dan provinsi. Sedangkan segmen bisnis ini menawarkan margin keuntungan menarik berkisar 42%. 

Dengan berbagai faktor tersebut diperkirakan menciptakan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun ini. Hal ini mendorng Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BIRD dengan target harga Rp 2.180 per saham. 

Baca Juga

PT Blue Bird Tbk (BIRD) Anggarkan Capex Rp 2 Triliun di 2024

Blue Bird (BIRD) merupakan perusahaan transportasi dengan kepemilikan armada taksi terbanyak di Indonesia. Perseroan melalui bren taksi Blue Bird telah merangsek ke sejumlah daerah di Indonesia. Perseroan juga menyediakan armada penyewaan bus pariwisata dan transportasi lainnya.

Berdasarkan data registrasi pemegang saham, PT Pusaka Citra bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan terabnyak 28,4% saham BIRD. Sisanya dikuasai pengendali Purnomo Prawiro sebanyak 11,5%, Sigit Priawan sebanyak 6,1%, Kresna Priawan sebanyak 6,2%, Indra Priawan Djokosoetono 5,8%, Adrianto Djokosoetono 5,3%, Nono Sri Ayati sebanyak 4,8%, dan Sri Andriyani Lestar mencapai 2,5%. Pemegang saham publik mencapai 25,9%.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024