Perkuat Ekspansi ke Pasar Global, Samudera Indonesia (SMDR) Dirikan Anak Perusahaan Baru di Jepang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memperkuat kehadirannya di kancah global. Jelang akhir 2025, emiten pelayaran yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 6 Juli 1999 itu mendirikan anak perusahaan baru di Tokyo, Jepang.
Dikutip dari laman resmi Samudera Indonesia, langkah strategis ini menegaskan komitmen perusahaan untuk memperluas jangkauan bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di salah satu pasar maritim terbesar di Asia.
Menurut manajemen SMDR, entitas baru bernama Samudera Japan Kabushiki Kaisha (Samudera Japan KK) tersebut akan berfungsi sebagai pusat pengembangan bisnis perusahaan di Negeri Sakura.
Baca Juga
“Kehadiran entitas lokal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman pasar yang lebih dalam serta memperkuat posisi SMDR dalam jaringan pelayaran regional,” jelas manajemen.
Melalui Samudera Japan KK, SMDR membidik pasar pelayaran domestik Jepang, termasuk rencana investasi pada kapal berbendera Jepang dan pengembangan layanan logistik rute domestik. “Inisiatif ini memungkinkan perusahaan berpartisipasi langsung dalam segmen pelayaran lokal yang dikenal memiliki daya saing tinggi,” papar manajemen SMDR.
Baca Juga
Samudera Indonesia (SMDR) Bagi Dividen Rp 180,2 Miliar, Simak Jumlah Final per Saham
Manajemen perseroan menambahkan, selain transportasi kargo, anak perusahaan ini bakal mengelola program penempatan pelaut dan profesional maritim Indonesia ke Jepang. Segmen ini dipandang menjanjikan seiring meningkatnya permintaan tenaga kerja terampil di industri maritim dan logistik Jepang.
Sementara itu, kinerja keuangan SMDR terus membaik. Hingga kuartal III-2025, emiten yang tercatat di papan utama BEI ini membukukan laba bersih Rp 718,7 miliar, tumbuh sekitar 15% dibanding Rp 625,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Kinerja Mulai Pulih, Laba Bersih Samudera Indonesia (SMDR) Naik 3%
Pada periode tersebut, SMDR menorehkan pendapatan Rp 9,5 triliun, naik 19% dibanding Rp 8 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan resiliensi dan adaptasi perusahaan terhadap kondisi perdagangan global yang dinamis.
Dengan kinerja keuangan tersebut, SMDR memiliki price to earning ratio (PER) 8,81 kali dengan price to book value (PBV) 0,50 kali, return on asset (ROA) 3,13%, dan return on equity (ROE) 5,66%. Pada perdagangan hari ini (Jumat, 23/1/2026), saham SMDR ditutup turun 4,5% ke level Rp 386.

