Penjualan Otomotif Diprediksi Tak Capai Target, Tapi Saham Astra (ASII) Tetap Andalan
JAKARTA, investortrust.id – Penjualan otomotif mencatatkan penurunan sepanjang Oktober 2023. Penurunan tersebut di bawah estimasi hingga berpotensi membuat target penjualan mobil sebanyak 1,05 juta unit berpotensi tak tercapai tahun ini.
Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, Selasa (14/11/2023) menyebutkan bahwa, penjualan mobil tahun ini kemungkinan di bawah target yang dipatok Gaikindo sebanyak 1,05 juta unit.
Baca Juga
Potensi Cuan Saham Astra International (ASII) masih Besar, Segini Target Harganya
“Kami meyakini bahwa kenaikan harga jual mobil bersamaan denga penurunan daya beli masyarakat mulai berimbas negative terhadap penjualan otomotif,” tulis analis Mandiri Sekuritas Wesley Louis Alianto dan Ariyanto Kurniawan dalam riset yang diterbitkan, Selasa (14/11/2023).
Berdasarkan data, penjualan mobil awal tahun hingga Oktober 2023 baru mencapai 836 ribu unit atau menunjukkan penurunan sebanyak 1,8%. Angka tersebut baru merefleksikan 80% dari target Mandiri Sekuritas. Sedangkan mobil segmen LCGC yang tetap menunjukkan peningkatan volume penjualan megesankan hingga Otkober 2023.
Terkait penjualan mobil PT Astra International Tbk (ASII), Mandiri Sekuritas menyebutkan, tetap solid dengan keberhasilan mempertahankan pangsa pasar yang tetap tinggi, meskipun menghadapi peningkatan kompetisi.
Begitu juga dengan penjualan otomotif sepeda motor masih menunjukkan penguatan menjadi 5,2 juta unit atau bertumbuh 26,2% hingga Oktober, dibandingkan periode sama tahun lalu. Perseroan melalui Honda mendominasi pangsa pasar penjualan sepeda motor sebanyak 78%.
Baca Juga
Listing Sebulan, Barito Renewables (BREN) Langsung Bagikan Dividen Interim
Terkait penjualan otomotif hingga akhir tahun, riset ini menyebutkan, terbuka peluang penguatan didukung mulai intesifnya pemberian diskon. Peningkatan penjualan mobil juga didukung waktu tunggu pembelian mobil hybrid produksi Toyota mulai turun.
“Kami menilai bahwa kenaikan diskon pembelian mobil jelang akhir tahun merupakan hal yang normal dan sejauh ini masih sehat,” terangnya.
Sejumlah faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk merekomendasi buy saham ASII dengan target harga Rp 8.000 per saham. Target tersebut mempertimbangkan kemampuan perseroan untuk pulih lebih cepat setelah pasar membaik.

