Penjualan Otomotif Domestik Melemah, Kinerja Astra (ASII) Kuartal I Diprediksi Turun
JAKARTA, investortrust.id – Performa kinerja keuangan PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang kuartal I-2024 diperkirakan cenderung konsolidasi, seiring lemahnya penjualan sektor otomotif nasional, termasuk perseroan.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan hari ini menyebutkan bahwa penjualan otomotif Tanah Air turun 24% menjadi 215 ribu unit pada kuartal I-2024. Begitu juga dengan penjualan mobil ASII melemah 20% menjadi 120 ribu unit. Sedangkan penjualan sepeda motor terpantau masih stabil dengan penurunan hanya 5% menjadi 1,7 juta unit.
Baca Juga
Penjualan Mobil Maret 2024 Naik, Dagangan Astra (ASII) Tetap Teratas
“Di tengah ketidakpastian prospek suku bunga, kami memperkirakan penjualan mobil masih cenderung melemah sampai semester II tahun ini,” terang Analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus an Richard Jerry dalam riset tersebut.
Dengan analisa tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan, pendapatan konsolidasi ASII kuartal I-2024 hanya mencapai Rp 76-77 triliun. Begitu juga dengan laba bersih diperkirakan berkisar Rp 8,5-8,6 triliun atau berada di bawah kuartal I tahun 2023 senilai Rp 8,7 triliun.
Performa kinerja keuangan kuartal I tahun ini kemungkinan mendapatkan dukungan besar dari anak usahanya PT United Tractors Tbk (UNTR), seiring dengan kinerja keuangan yang diprediksi tetap solid.
Baca Juga
Target Saham Astra (ASII) Dipangkas, Analis Beri Penjelasan Ini
Sejulah faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi hold saham ASII dengan target harga Rp 5.600.
Sedangan berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASII telah mengalami penurunan beruntun sejak Agustus 2023. Saham perseroan telah anjlok dari level kisaran Rp 6.850 menjadi Rp 4.940.

