Net Buy Jumbo Rp 1,98 Triliun, Ada Saham MSIN, MBMA, hingga BBNI Diborong Pemodal Asing
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham jumbo Rp 1,98 triliun, seiring dengan rebound indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/1/2026), lebih dari 63 poin (0,72%) menjadi 8.948. Rentang pergerakan 8.841-8.956 dengan nilai transaksi Rp 30,57 triliun.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu MSIN Rp 684,96 miliar, INCO senilai Rp 282,95 miliar, ASII mencapai Rp 229,37 miliar, MBMA senilai Rp 197,96 miliar, dan BBNI mencapai Rp 161,29 miliar.
Baca Juga
Transaksi Kripto Tembus Rp 482,23 Triliun Sepanjang 2025, Minat Investor Domestik Jadi Sorotan
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham SMMA senilai Rp 159,12 miliar, HRTA senilai Rp 113,02 miliar, BBCA mencapai Rp 98,94 miliar, BBRI senilai Rp 92,85 miliar, dan BOLT mencapai Rp 50 miliar.
Terkait penguatan indeks kali ini ditopang lompatan sejumlah sektor saham seperti sektor material dasar 2,67%, sektor industry 2,12%, sektor property 1,77%, sektor keuangan 0,30%, dan sektor kesehatan 0,75%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, teknologi, dan transportasi.
Adapun saham yang catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SOLA naik 34,62% menjadi Rp 175, ASPR sebanyak 34,31% menjadi Rp 137, saham IFSH naik 25% menjadi Rp 2.100, SOTS melesat 24,84% menjadi Rp 4.020, INDS naik 24,72% menjadi Rp 444, dan SOHO naik 24,76% menjadi Rp 2.580. Kenaikan juga melanda saham NICK lebih dari 23,46% menjadi Rp 1.515.
Baca Juga
Trump 2.0 Diprediksi Naikkan Volatilitas Pasar Saham dan Obligasi, Sementara Mata Uang Asia Melemah
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 52,03 poin (0,58%) menjadi 8.884, meski demikian pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 101,96 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BBRI Rp 234,56 miliar, ANTM senilai Rp 215,61 miliar, dan TLKM sebanyak Rp 159,26 miliar.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, khususnya saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Di antaranya saham BREN melemah 5,01%, PTRO turun 6,43%, BRPT turun 7,10%, TPIA melemah 3,35%, dan AMMN melemah 2,76%.

