IHSG Pekan Ini Tembus Rekor Baru hingga Net Buy Melesat, Intraday Sentuh 9.002 Didukung Sektor Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini atau 5-9 Januari 2026 berhasil mencatatkan kinerja kuat hingga capai level tertinggi baru. Bahkan, IHSG sempat cetak rekor intraday tertinggi sepanjang masa 9.002.
Berdasarkan data BEI, IHSG sepanjang pekan ini bukukan kenaikan sebanyak 188 poin atau melesat 2,16% dari level 8.748 menjadi 8.936. Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayorita sektor saham, khususnya saham sektor material dasar dipicu kenaikan pesat harga saham emiten nikel.
Baca Juga
Wall Street Kembali Torehkan Rekor, Catat Kinerja Mingguan Positif
Selain itu, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini mencapai 48,08% menjadi 61,78 miliar lembar saham, dari 41,72 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian juga naik pesat sebesar 44,68% menjadi Rp 31,45 triliun, dari Rp 21,74 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat sebesar 42,74% menjadi 3,98 juta kali transaksi, dari 2,79 juta kali transaksi pada pekan lalu. Pada Rabu (7/1), IHSG ditutup dengan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada level 8.944,813. Kemudian pada Kamis (8/11), IHSG juga berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday, dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92.
Lompatan indeks tersebut berimbas terhadap peningkatan pesat kapitalisasi pasar (market cap) sebanyak 1,79% menjadi Rp 16.301 triliun dari Rp 16.014 triliun pada sepekan sebelumnya.
Net Buy
Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 2,03 triliun pekan ini, sehingga total pembelian bersih saham oleh investor asing sepanjang 2026 sudah mencapai Rp 3,1 triliun.
Baca Juga
Trump Sebut Venezuela ‘Kooperatif’, Batalkan Serangan Militer Lanjutan
Net buy terbanyak melanda saham BBRI sebanyak Rp 653,50 miliar, ANTM senilai Rp 628 miliar, ASII mencapai Rp 555,82 miliar, PTRO bernilai Rp 555,43 miliar, dan BBCA sebanyak Rp 505,28 miliar.
Sebaliknya saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham sebanyak Rp 1,58 triliun, BMRI mencapai Rp 1,23 triliun, DEWA sebanyak Rp 683,93 miliar, CBDK senilai Rp 244,16 miliar, dan SINI senilai Rp 227,67 miliar.

