Sinergi Multi Lestarindo (SMLE) Ungkap Rencana Pengembangan Bisnis Usai IPO
JAKARTA, investortrust.id – emiten anyar, PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) berkomitmen terus memperluas jaringan distribusi untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan Perseroan di masa datang.
Langkah penting yang akan dilakukan adalah memperbanyak hubungan dengan pemasok, fokus pada produk khusus dengan menciptakan inovasi formula sesuai dari market trend.
Perseroan juga akan memperluas jaringan pelanggan baru dan mempertahankan hubungan yang baik dengan pelanggan. Pengembangan R&D dalam upaya menambah varian bahan baku specialty chemical juga tidak luput jadi perhatian.
Baca Juga
Saham SMLE dan MSJA Resmi Listing, Ada yang Langsung Cetak ARA
Sebagai catatan, Perseroan merupakan salah satu distributor bahan baku khusus atau specialty chemical dalam pembuatan produk kosmetika, makanan dan minuman, serta kimia industri.
Direktur Utama PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk, Siu Min, mengatakan, penguatan aspek keberlanjutan merupakan strategi penting bagi Perseroan pasca initial public offering (IPO).
Selama 10 tahun terakhir Perusahaan telah berkembang pesat dari hanya sebagai agen tunggal (sole distributor), hingga memiliki kepercayaan dari lebih dari 15 perusahaan global terkemuka sebagai agen tunggal di Indonesia.
‘’Kami telah menjalin kemitraan bisnis dengan 162 mitra di lebih dari 30 negara,” ujar Siu Min saat Pencatatan Saham Perdana Perseroan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/1/2024).
Baca Juga
Lampaui Target, Adhi Karya (ADHI) Cetak Kontrak Baru Rp 37,4 Triliun
Ditempat terpisah Hary Herdiyanto, Direktur PT MNC Sekuritas, selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang terlibat dalam proses IPO, menjelaskan sejumlah keunggulan yang dimiliki Perseroan. Pertama, target pasar yang luas dan beragam dari berbagai sektor yang menandakan Perseroan memiliki potensi pertumbuhan yang besar.
Kedua, memiliki keunikan berupa tim R&D yang inovatif yang mampu menciptakan berbagai formulasi untuk produk kosmetika, makanan, minuman, dan kimia industri, dan terbukti diterima secara luas oleh pasar selama ini.
Ketiga, SMLE menunjukkan keunggulan operasional yang tercermin dari kemampuannya mencatat pertumbuhan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir dengan CAGR penjualan hampir mencapai 25% (2020-2022), bahkan untuk periode Juni 2023 dibandingkan dengan Juni 2022 (Q-on-Q), Perseroan mampu mencatat pertumbuhan penjualan hampir mencapai 50%.
“Ini menjadi landasan keyakinan bahwa SMLE memiliki prospek bisnis yang cerah dan potensi untuk menjadi perusahaan terkemuka di Indonesia dalam industri bahan baku kimia khusus,” ucap Hary
Sebagai catatan, SMLE berhasil meraih pertumbuhan pendapatan rata-rata lebih dari 30% setiap tahun dalam 2 tahun terakhir.
Pada periode Juni 2023, pendapatan Perseroan meningkat sebesar 49,35%, mencapai Rp 92,3 miliar dibandingkan dengan Rp 61,8 miliar pada Juni 2022.

