Tambah Fokus Bisnis, Saham Sinergi Multi (SMLE) bakal Dikerek?
JAKARTA, investortrust.id – Keputusan PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) ekspansi bisnis dengan penambahan cakupan usaha ke perdagangan perdagangan obat disebut-sebut akan menjadi momentum kebangkitan saham perusahaan ini.
Perseroan melalui pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir tahun lalu menyebutkan rencana penambahan kegiatan usaha baru bidang perdagangan besar akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 24 Januari 2025.
Baca Juga
Sinergi Multi (SMLE) Pamer Kolaborasi dengan Dow Inc, Bidik Pendapatan Rp 70 Miliar
Berdasarkan studi kelayakan yang sudah dilakukan perseroan disebutkan bahwa penambahan kegiatan usaha ini bisa mengjangkau pasar lebih luas. Sedangkan secara pengalaman, perseroan dinilai mumpuni, karena perseroan sudah menjalankan usaha perdagangan bahan baku kimia khusus untuk makanan & minuman dan perawatan diri & kosmetik. Pola bisnis perdagangan bahan dan obat farmasi dengan produk yang telah dijual oleh perseroan mempunyai kemiripan.
Manajemen SMLE menyebutkan bahwa penambahan kegiatan usaha ini diperkirakan berdampak positif terhadap keuangan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, skala usaha perseroan bisa meningkat dan akhirnya berkontribusi positif terhadap pendapatan dan laba bersih di masa mendatang.
Baca Juga
Rumor pasar menyebutkan bahwa penambahan kegiatan bisnis tersebut kemungkinan dilakukan dengan mengundang investor baru produsen bahan baku obat. “Investor tersebut bisa saja masuk dengan mengakuisisi sebagian saham SMLE atau menjadi mitra strategis utama untuk menggarap pasar di Indonesia, sehingga hal ini bisa mengerek harga saham SMLE menuju level Rp 200,” tulisnya.
Hingga kuartal III-2024, SMLE membukukan lompatan pendapatan sebanyak 21% dari Rp 139,729 miliar menjadi Rp 168,926 miliar dan laba bersih melesat dari Rp 1,82 miliar menjadi Rp 4,03 miliar. Sedangkan tahun 2025, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan sebanyak 43% dan margin keuntunga bersih diharapkan naik menjadi 4%.
Grafik Saham SMLE

