Asing Net Sell Rp 419 Miliar, Saham BRMS, NSSS, dan TLKM Dilepas
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 419,03 miliar di seluruh pasar, seiring penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/11/2023), ditutup turun 35,05 poin (0,51%) menjadi 6.843,79.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 186,26 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 135,15 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 86,70 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 65,31 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 51,08 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya kelima saham berikut catat pembelian bersih (net buy) oleh investor asing, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 265,76 miliar, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) Rp 111,26 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 28,22 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 24,42 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 20,25 miliar.
Penurunan indeks dipicu pelemahan mayoritas sektor saham, seperti konsumer primer turun 1,73%, saham sektor energi 1,35%, sektor material dasar 0,94%, sektor keuangan 0,89%, sektor industry 0,65%, dan sektor kesehatan 0,52%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor properti sekitar 0,39% dan saham konsumer non primer 0,28%.
Meski IHSG ditutup di zona merah, sejumlah saham berhasil melesat, seperti saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik hingga auto reject atas (ARA) Rp 76 (25%) menjadi Rp 380, PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) naik Rp 20 (25,97%) menjadi Rp 97, PT Semacon Integrated Tbk (SEMA) naik Rp 15 (15%) menjadi Rp 115, PT Siantar Top Tbk (STTP) naik Rp 1.200 (12,90%) menjadi Rp 10.500, dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) naik Rp 280 (11,43%) menjadi Rp 2.730.
Baca Juga
Sebaliknya pelemahan yang dalam melanda sejumlah saham ini, yaitu saham PT Aman Agrindo Tbk (GULA), PT Surya Permata Andalan tbK (NATO), PT Pinago Utama Tbk (PNGO), PT Jembo Cable Company Tbk (JECC), PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA).

