Net Sell Rp 113,46 Miliar, Saham BRMS Dilepas Asing Saat IHSG Cetak Rekor
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 113,46 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/11/2025), ditutup menguat 18,53 poin (0,22%) ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa atau all time high (ATH) 8.337.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 201,33 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 166,22 miliar, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Rp 86,51 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 81,86 miliar, dan PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) Rp 66,33 miliar.
Baca Juga
Pemerintah Diharapkan Terapkan Model Ekosistem Sawit Demi Majukan Pertanian Nasional
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 226,52 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 144,99 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 139,27 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 69,65 miliar, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 68,98 miliar.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor industry 2,08%, sektor energi 1,74%, sektor konsumer 1,02%. Sektor transprotasi 1,41%, sektor infrastruktur 0,91%, dan sektor property 0,37%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer non primer, sektor teknologi, dan sektor material dasar.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham LABA naik 34,67% menjadi Rp 268, UNTD melesat 34,52% menjadi Rp 113, NIRO menguat 25% menjadi Rp 350, dan PJHB menguat 24,85% menjadi Rp 412. Meski tak ARA, saham DFAM menguat 24,66% menjadi Rp 91.
Kemarin, IHSG ditutup mendadak melesat hingga cetak rekor penutupan tertinggi baru (all time high/ATH) sebanyak 76,62 poin (0,93%) menjadi 8.318. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,23 triliun.
Baca Juga
Prabowo Perintahkan Percepat 18 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 600 Triliun
Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi menguat 3,31%, material dasar naik 2,51%, sektor infrastruktur 1,04%, sektor keuangan 1,07%, sektor konsumer primer 0,67%, dan sektor konsumer non primer 0,51%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry dan property.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham NTBK naik 34,78% menjadi Rp 155, SAFE menguat 34,78% menjadi Rp 248, COIN melesat 24,70% menjadi Rp 3.130, dan ELPI sebanyak 24,53% menjadi Rp 660. Kenaikan juga melanda saham BAPA sebanyak 31,34% menjadi Rp 92 dan TINS menguat 19,67% menjadi Rp 2.920.

