Prospek Bisnis dan Target Saham TPAG Menggiurkan, Tapi Kok Labanya Anjlok 52%
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG) diperkirakan punya potensi penguatan cukup besar seiring kinerja fundamental dan prospek bisnis perseroan di masa datang.
Tim Riset PT Samuel Sekuritas menyebut sejumlah faktor yang akan mendorong kinerja emiten milik konglomerat TP Rachmat dan Benny Subianto tersebut, diantaranya potensi pertumbuhan produksi crude palm oil (CPO) Perseroan yang mencapai 34%.
Asumsi ini seiring dengan kenaikan tandan buah segar sebesar 2% year on year di kuartal III-2023, dengan dengan rata-rata umur tanaman 13 tahun, dan mengingat 78% dari total tanaman TAPG berada di umur prima.
Selain itu tekanan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) diperkirakan mereda, dengan asumsi ASP akan naik sekitar 7% yoy ke kisaran Rp 11.000 - Rp 12.000/kg seiring adanya El-Nino serta membaiknya ekonomi global.
Baca Juga
Aset Dilelang Kreditor¸ Emiten Berstatus Pailit (MAMI) Ini Meradang
‘’Beban pupuk berpotensi juga turun (-25%) yoy dan akan membantu laba bersih TAPG untuk naik lebih dari 35,4% yoy,’’ tulis Analis PT Samuel Sekuritas, Yosua Zisokhi dan Daniel A. Widjaja, dalam riset yang dikutip, Senin (30/10/2023).
Untuk itu, mereka mempertahankan rekomendasi ‘BUY’ saham TAPG dengan target price Rp 750 per saham. ‘’Target ini mencerminkan EV USD 6,778/ha FY24F. Risiko utama: Pelemahan harga jual CPO,’’ urainya.
Sebagai catatan, laba bersih TAPG tercatat tumbuh 13,7% (+261,8% qoq) di kuartal III-2023, didukung kenaikan volume penjualan CPO (+3.2% yoy, +27.5% qoq) serta membaiknya ASP (+5.4% yoy, - 1.0% qoq).
Di sisi lain, beban juga meningkat, terutama beban pupuk yang naik +123.7% yoy (-21.3% qoq) yang menyebabkan kenaikan COGS sebesar +17,8% yoy (+0,9% qoq). Secara keseluruhan, pendapatan di kuartal III-2023 TAPG turun -10.5% yoy ke Rp 6,0 triliun, akibat penurunan ASP CPO sebesar -11.0% yoy, meski volume penjualan naik +7% yoy.
Baca Juga
Cetak Laba Bersih Rp 1,14 Triliun, Saham Avia Avian (AVIA) Malah Turun
Sementara COGS naik +14.2% akibat naiknya beban pupuk sebesar +87.2% yoy, yang menekan laba bersih hingga -52,8% yoy ke Rp 1,1 triliun.
Ekspansi Pabrik
Ekspansi vertikal, pabrik palm karnel oil (PKO) yang sudah mulai beroperasi juga menjadi alasan rekomendasi buy bagi saham TAPG oleh Samuel Sekuritas.
Pabrik ini berkapasitas 300 ton per hari di kuartal III-2023 ini dan memungkinkan TAPG menjual value-added product dari PK seperti CPKO dan Palm Kernel Meal (PKM). ‘’Pada kuartal III-2023, produk CPKO dan PKM baru menyumbang 0,6% dari total pendapatan, namun kami memperkirakan pada akhir 2024 PKO akan menyumbang 5%-10% dari total pendapatan perusahaan,’’ pungkasnya.

