Permintaan-Suplai Mulai Seimbang, Prospek dan Target Saham Emiten Nikel Menggiurkan
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareks Sekuritas memperkirakan permintaan nickle pig iron (NPI) atau besi mentah dengan kandungan nikel rendah tetap kuat ke depan, sehingga ada keseimbangan suplai dan permintaan.
Keseimbangan tersebut diharapkan membuat surplus NPI global turun tahun 2024 yang diharapkan berimbas positif terhadap harga nikel dunia dalam kisaran US$ 18 ribu tahun ini dan diharapkan menjadi US$ 17,5 ribu pada 2025. Angka tersebut lebih dari rata-rata harga jual kuartal I-2024 senilai US$ 11 ribu per ton.
Baca Juga
“Kami yakin terhadap pertumbuhan permintaan nikel dari China, sehingga diharapkan mendongkrak penjualan nikel global sebanyak 5% tahun ini berdasarkan perkiraan WoodMac,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Timothy Wijaya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, kinerja operasional emiten nikel sejak kuartal II tahun ini cenderung menunjukkan pertumbuhan pesat, apalagi setelah pemerintah menyetujui RKAB yang diajukan emiten pertambangan logam.
Prospek Saham Emiten Nikel
“Kami memperkirakan laba emiten nikel akan mulai melesat kuartal II-2024, dibandingkan kuartal I tahun ini. Begitu juga dengan rata-rata harga jual nikel telah mulai meningkat memasuki kuartal II tahun ini,” terangnya.
Kondisi tersebut diharapkan mendongkrak laba bersih sejumlah emiten nikel tahun ini, seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Trimegah Bangun Perkasa Tbk (NCKL), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan overweight saham emiten nikel dengan rekomendasi beli diberikan kepada lima saham.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham NCKL dengan target harga Rp 1.300, rekomendasi beli saham MDKA dengan target harga Rp 3.100, rekomendasi beli saham MBMA dengan target harga Rp 700, rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 2.000, dan rekomendasi beli saham INCO dengan target harga Rp 6.100.
Grafik Saham Emiten Nikel
