Berbalik Laba, Prospek dan Target Saham Bank Neo (BBYB) Ini Menggiurkan
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih pesat pada kuartal I-2024. Raihan tersebut telah melampaui perkiraan didukung pertumbuhan biaya provisi yang melambat.
Lompatan laba tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBYB dengan target harga Rp 600. Dengan harga penutupan saham BBYB Rp 232, terbuka potensi penguatan saham bank digital ini hingga 158%.
Baca Juga
Bank Neo Commerce (BBYB) Catat Penyaluran Kredit Rp 9,40 Triliun di Kuartal I-2024
“BBYB berhasil berbalik menjadi laba pada kuartal I-2024 senilai Rp 14,2 miliar, dibandingkan rugi bersih pada kuartal I-2023 dan kuartal IV-2023. Realisasis laba tersebut telah melampaui target yang kami tetapkan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Estimasi Keuangan BBYB
Hingga Maret 2024, perseroan membukukan laba bersih Rp 14 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi bersih Rp 68 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih dari Rp 816 miliar menjadi Rp 989 miliar. Sedangkan provisi naik dari Rp 533 miliar menjadi Rp 657 miliar. Kenaikan laba juga dicapai didukung peningkatan NIM dari 13,8% menjadi 18,7%.
Perseroan menunjukkan perbaikan sejumlah aspek, yaitu seperti penurunan provisi dari kuartal IV-2023 ke kuartal I-2024. Biaya kredit (CoC) juga turun dari 29,9% menjadi 26% LAR turun ke 32%, dan rasio NPL meningkat menjadi 3,9%.
Baca Juga
Ekonom Ramal Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 6,25%
Meski menunjukkan performa kuat pada kuartal I-2024, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, BBYB diperkirakan masih mencatatkan rugi bersih tahun ini. “Kami memperkirakan rugi bersih perseroan senilai Rp 119 miliar tahun ini atau lebih tinggi dari perkiraan consensus analis sekitar Rp 24 miliar,” tulisnya.
Perseroan juga diperkirakan mencatatkan penurunan penyaluran kredit tahun ini setelah kredit hingga kuartal I-2024 turun sebanyak 14% menjadi Rp 9,39 triliun. Sedangkan jumlah simpanan turun mencapai 3% menjadi Rp 14,34 triliun, namun angka tersebut bertumbuh dari kuartal IV-2023.
Grafik Saham BBYB

