Didukung Sejumlah Sentimen Positif, Saham Bank Neo (BBYB) Direkomendasi Beli dengan Target Rp 790
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 790. Target harga tersebut didukung sejumlah faktor penurunan rugi bersih sejalan dengan lompatan pendapatanperseroan tahun buku 2023.
BBYB merupakan emiten bank digital yang dikendalikan PT Akulaku Silvrr sebanyak 27,32% bersama dengan perusahaan affiliasinya Rockcore Financil sebanyak 6,12% saham. Sisanya dikendalikan PT Gozco Capital sebanyak 4,84% dan masyarakat mencapai 57,42%.
Penguatan harga saham perseroan juga didukung keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencabut sanksi pembatasan penyaluran pinjaman dari PT Akulaku Finance Indonesia dengan skema buy now pay later (BNPL). Hal ini setelah Akulaku sudah memenuhi tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan OJK beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Ada Kabar Baru Soal Rencana Right Issue Bank Neo Commerce (BBYB)
Rekomendasi beli saham BBYB juga didukung rencana penerbitan saham baru atau rights issue sebanyak 5 miliar saham. Sebagian besar dana atau mencapai 40% dari dana hasil rights issue akan digunakan sebagai modal untuk mendukung ekspansi kredit, baik pada segmen pasar ritel maupun korporasi.
Perseroan juga mengalokasikan sebanyak 45% dana tersebut untuk kegiatan operasional perbankan, antara lain namun tidak terbatas pada, rekrutmen dan pengembangan sumber daya manusia, promosi untuk memperoleh pengguna baru Neobank.
“Kami mempertahanakn rekomendasi beli saham BBYB dengan target harga Rp 790 per saham. Target tersebut mengasumsikan perkiraan PB sekitar 2,8 kali tahun ini dan ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan ROE dengan target 19% tahun ini,” tulis analis Sucor Sekuritas Edward Lowis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Terkait dana rencana rights issue, Sucor Sekuritas menyebutkan, akan mendongkrak penyaluran kredit perseroan ke depan, sehingga meningkatkan pendapatan bunga. Dana segar baru tersebut juga akan memperkuat infrastruktur perseroan.
Baca Juga
Meski Pendapatan Melesat, Bank Neo Commerce (BBYB) Tetap Saja Merugi Rp 573,18 Miliar
Terkait kinerja keuangan, Sucor Sekuritas menyebutkan, BBYB konsisten menunjukkan perbaikann dengan mencatatkan laba bersih dalam beberapa bulan terakhir. Laba tersebut didukung peningkatan NIM dan penurunan biaya operasional. Berdasarkan data, eprseroan telah mulai mencatatkan laba bersih Rp 18 miiar pada Oktober dan senilai Rp 8 miliar pada November 2023.
Sedangkan secara teknikal, saham BBYB telah mengalmi volume breakout pada penutupan perdagangan kemarin. Harga saham BBYB juga telah turun terlalu dalam selama sebulan terakhir akibat berita negative. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBYB telah turun dari level penutupan akhir Januari 2024 Rp 328 menjadi Rp 242 pada penutupan perdagangan kemarin.
Estimasi Kinerja Keuangan BBYB
Sumber: Sucor Sekuritas

