Jelang Rights Issue, Sekuritas Ini Justru Pangkas Target Harga Bank Neo (BBYB)
JAKARTA, Investortrust.id – Target harga saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dipangkas menjelang pelaksanaan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang direncanakan pada kuartal akhir tahun ini.
CGS CIMB Sekuritas dalam pandangannya menyebutkan bahwa pendanaan melalui rights issue ini sangat penting bagi pertumbuhan keuangan perseroan ke depan. Perseroan berniat menggelar rights issue maksimal sebanyak 5 miliar saham pada kuartal akhir tahun ini.
Baca Juga
Investor Asing Net Sell Rp 1,81 Triliun Sepekan, Ternyata Gara-gara Crossing Saham Ini
“Menurut pandangan kami, rights issue tersebut sangat penting bagi perseroan,” tulis analis CGS CIMB Sekuritas Handy Noverdanius dan Utami Ratnasari dalam riset yang diterbitkan, belum lama ini.
Tim ini menyebutkan bahwa penerbitan saham baru tersebut akan memperkuat permodalan perseroan dan meningkatkan modal minimum BBYB menjadi Rp 3 triliun.
Baca Juga
Insentif Likuiditas Perbankan Diperkirakan Capai Rp 156 Triliun
Meski demikian, dia mengatakan, perlambatan pertumbuhan kredit BBYB menjadi faktor pelemah target harga saham perseroan. Begitu juga dengan pertumbuhan simpanan yang lebih rendah, seiring penurunan bunga simpanan dalam beberapa bulan terakhir.
Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas memperkirakan BBYB lanjut merugi senilai Rp 694,2 miliar tahun ini, dibandingkan rugi bersih tahun lalu Rp 789,1 miliar. Sedangkan pendapatan Bungan bersih diperkirakan naik dari Rp 1,69 triliun menjadi Rp 2,71 triliun tahun ini.
Berlanjutnya penurunan laba bersih mendorong CIMB Sekuritas untuk merevisi turun target harga saham BBYB dari Rp 600 menjadi Rp 420 dengan rekomendasi dipertahankan add.
Baca Juga
Saham Garda Tujuh (GTBO) Melesat, Manajemen Ungkap Target Ini
Bank Neo (BBYB) sebelumnnya telah meraih persetujuan untuk melaksanakan untuk PMHMETD dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 8 Agustus 2023. Perseroan akan menggelar PMHMETD VII sebanyak-banyaknya lima miliar saham baru.
Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD VII akan digunakan untuk meningkatkan modal inti perusahaan dan juga meningkatkan modal kerja dalam rangka pengembangan usaha Perseroan. Dengan demikian, perusahaan akan mendapatkan tambahan modal disetor yang akan digunakan untuk modal kerja sehingga dapat mengembangkan kegiatan usaha dan akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha Perseroan.

