Harga Nikel Dunia Lanjutkan Penurunan, Target Saham 4 Emiten Nikel Ini Dipangkas
JAKARTA, investortrust.id – Mandiri Sekuritas merevisi asumsi rata-rata harga jual nikel global tahun ini, seiring dengan berlanjutnya penurunan dalam harga dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan tersebut membuat kinerja keuangan emiten nikel Indonesia cenderung melemah tahunn ini.
Mandiri Sekuritas dalam riset harian yang diterbitkan di Jakarta, Senin (19/2/0224), menyebutkan harga nikel telah terjun dalam hingga mendekati biaya produksi bagi produsen nikel di Indonesia. Penurunan tersebut juga diperkirakan cenderung berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga
Industri Nikel Dinilai Tetap Cerah, Pemerintah Dorong Produksi Baterai NMC
“Hal ini akan membuat laba emiten nikel terpangkas sepanjang tahun ini. Sedangkan harga jual nikel LME diperkirakan turun dari semula US$ 20 ribu menjadi US$ 17 ribu per ton tahun ini,” terang riset tersebut.
Penurunan harga jual nikel tersebut dipicu atas pertumbuhan suplai yang jauh lebih pesat, dibandingkan pertumbuhan permintaan. Norilsk Nickle memperkirakan permintaan nikel dunia diperkirakan bertumbuh 9% menjadi 3,4 juta ton tahun ini. Peningkatan permintaan didorong baterai mobil listrik.
Sedangkan pertumbuhan suplai nikel dunia diperkirakan mencapai 6% menjadi 3,6 juta ton. Peningkatan suplai didukung atas peningkatan kapasitas pemrosesan nikel di Indonesia setelah pengoperasional HPAL baru. Berdasarkan perkiraan Bloomberg, produksi refined nikcl Indonesia meningkat 51% menjadi 1,8 juta ton tahun 2023 dan diperkirakan kembali meningkat menjadi 2,3 juta ton pada 2024.
Hal tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk merevisi turun target harga saham perusahaan nikel Indonesia, meski demikian sahamnya masih dipertahankan rekomendasi beli.
Baca Juga
Gelontorkan US$ 215,21 Juta, Harum (HRUM) Tambah 60,7% Saham di Smelter Nikel Ini
Mandiri Sekuritas merekomendasikan beli saham NCKL dengan target harga direvisi turun dari Rp 1.450 menjadi Rp 1.150. Saham INCO direkomendasikan beli dengan target harga direvisi turun dari Rp 7.000 menjadi Rp 5.500.
Mandiri Sekuritas juga merekomendasikan beli saham HRUM dengan target harga dipangkas dari semula Rp 2.000 menjadi Rp 1.600 dan saham ANTM direkomendasikan beli dengan target harga dipangkas dari semula Rp 2.200 menjadi Rp 2.000.
Prospek saham Nikel

