Meski Target Laba Dipangkas, Sekuritas Ini justru Revisi Naik Target Harga Siloam, Mengapa?
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), meskipun realisasi kinerja keuangan hingga September 2024 turun, dibandingkan periode sama tahun lalu. Revisi naik menggambarkan potensi pertumbuhan pesat kinerja perseroan ke depan.
BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target harga saham SILO dari Rp 3.000 menjadi Rp 3.300 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut mencerminkan peluang penguatan lebih dari 13%, dibandingkan dengan harga penutupan saham SILO kemarin Rp 2.900.
Baca Juga
Lippo Karawaci (LPKR) Jadi Minoritas, Siloam (SILO) Kini Dikendalikan Perusahaan Asal Singapura
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Ismail Fakhir Suweleh mengatakan, pelemahan kinerja keuangan SILO telah terefleksi pada harga sahamnya dalam beberapa hari terakhir. Dengan potensi pertumbuhan lebih pesat ke depan, harga saham SILO menjadi layak direkomendasikan beli dengan target harga dinaikkan.
“Siloam didukung brand kuat dan potensi pertumbuhan margin dalam beberapa tahun ke depan diharapkan menopang lebih lanjut penguatan laba bersih,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Selain itu, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, kehadiran CVC sebagai pemegang saham yang nota bene memliki pengalaman mengoperasikan rumah sakit secara global bisa berimbas terhadap perseroan ke depan. Target harga tersebut juga menggambarkan kemungkinan dilakukan buyback aset rumah sakit perseroan dari REITS.
Baca Juga
Surya Toto (TOTO) Tebar Dividen Interim Rp 123,84 Miliar, Ini Jadwalnya
Meski target harga saham direvisi naik, proyeksi kinerja keuangan perusahaan grup Lippo ini direvisi turun. Target laba bersih tahun ini dipangkas dari semula Rp 1,13 triliun menjadi Rp 890 miliar. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan kotor direvisi turun dari Rp 12,95 triliun menjadi Rp 12,20 triliun.
Sedangkan hingga kuartal III-2024, SILO membukukan kenaikan pendapatan dari Rp 8,24 triliun emnjadi Rp 9,12 triliun. Sebaliknya laba periode berjalan turun dari Rp 859 miliar menjadi Rp 635 miliar.
Grafik Saham SILO

