IHSG Dilanda Profit Taking Picu Pelemahan 0,61%, Sebaliknya Saham MAHA dan FIRE Melesat 34%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/12/2025), ditutup anjlok sebanyak 53,52 poin (0,61%) menjadi 8.657 akibat aksi ambil untung (profit taking) usai sentuh level tertinggi baru sepanjang masa.
IHSG bergerak dalam rentang 8.626-8.749 dengan nilai transaksi Rp 24,07 triliun. Adapun penekan utama indeks datang dari pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar, energi, konsumer primer, konsumer non primer, property, dan keuangan. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi, infrastruktur, dan kesehatan.
Baca Juga
Adi Sarana (ASSA) Kantongi Rp 500 Miliar dari QNB untuk Perkuat Armada dan Genjot Bisnis Rental
Di tengah penurunan IHSG ini, sejumlah berikut saham berikut justru catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham MAHA melesat 34,97% menjadi Rp 193, FIRE naik 34,02% menjadi Rp 130, YPAS naik 25% menjadi Rp 775 dan SSTM menguat 25% menjadi Rp 1.675.
ARA juga melanda saham KETR sebanyak 24,87% menjadi Rp 1.205, RLCO sebanyak 24,78% menjadi Rp 282 dan SOTS naik 24,32% menjadi Rp 690. Meski tak ARA, saham DEWI naik 24,66% menjadi Rp 182 dan KIOS naik 20,45% menjadi Rp 159.
Kemarin, IHSG ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) atau rekor baru setelah naik 77,94 poin (0,90%) menjadi 8.710. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 52,99 miliar, terbanyak saham DEWA mencapai Rp 159,85 miliar, BMRI mencapai Rp 114 miliar, dan GOTO mencapai Rp 86,89 miliar.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Mandiri Sekuritas: Hanya Soal Waktu
Adapun saham dengan kenaikan paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KIOS naik 34,59% menjadi Rp 132, RLCO naik 34,52% menjadi Rp 226, dan VAST menguat 34,75% menjadi Rp 190.
ARA juga melanda saham Haji Isam ini JARR naik 24,83% menjadi Rp 3.670, TEBE naik 25% menjadi Rp 2.500, dan FAST naik 25% menjadi Rp 615. ARA juga melanda saham KETR naik 24,52% menjadi Rp 965, SOTS naik 24,44% menjadi Rp 555, dan LCKM naik 24,82% menjadi Rp 352.

