Robinhood Masuk Indonesia, Akuisisi Buana Capital dan Pialang Kripto untuk Perluas Ekspansi Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Robinhood Market, Inc., perusahaan layanan keuangan asal Amerika Serikat, resmi menyepakati akuisisi PT Buana Capital, perusahaan pialang lokal, serta PT Pedagang Aset Kripto, entitas berlisensi yang bergerak di perdagangan aset digital.
Langkah ini menjadi pintu masuk Robinhood ke pasar Indonesia sekaligus mempercepat ekspansi mereka di Asia Tenggara dan pasar global lainnya.
Baca Juga
IHSG Ditutup Melambung Cetak Rekor 8.710, Penguatan Didukung Saham DSSA hingga GOTO
Kedua akuisisi tersebut masih tunduk pada kondisi penutupan yang lazim, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan regulator terkait lainnya. Semua transaksi ditargetkan diselesaikan pada paruh pertama tahun 2026.
Presiden Direktur Buana Capital Benny Hardiman Setiabrata menilai, masuknya Robinhood yang dikenal dengan layanan investasi tanpa komisi melalui akuisisi ini merupakan terobosan besar yang diyakini dapat memperkuat ekosistem pasar modal nasional.
“Melalui sinergi ini, kita dapat menyaksikan bagaimana masyarakat Indonesia akan semakin mudah mengakses investasi global, dengan cara yang lebih terjangkau dan efisien. Akuisisi ini juga memberikan peluang besar memajukan literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air," kata Benny di Gedung BEI, Jakarta, Senin, (8/12/2025).
Baca Juga
Robinhood Akuisisi Buana Capital dan Coinvest, Pieter Tanuri Jadi Penasihat Strategis
Dengan pengalaman Robinson yang sudah terbukti dalam membawa lebih dari 26 juta pengguna di AS untuk terlibat dalam investasi ritel, kami yakin bahwa kolaborasi ini akan membawa inovasi dan kemudahan akses bagi lebih banyak investor Indonesia untuk terlibat dalam pasar modal dan kripto global.
Setelah akuisisi Buana Capital, Robinhood akan terus melayani klien brokerage existing dengan produk keuangan Indonesia. Dalam jangka panjang dan dengan persetujuan regulator, Robinhood berencana memperkenalkan layanan perdagangan sendiri, termasuk akses ke saham AS, aset kripto global, dan berbagai instrumen internasional lainnya secara besar-besaran.

