Setelah Robinhood, Bybit Ekspansi ke Pasar Kripto Indonesia Lewat NOBI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bybit, bursa kripto yang berbasis di Dubai bersiap masuk ke Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan salah satu pedagang aset keuangan digital (PAKD) berlisensi, yakni PT Enkripsi Teknologi Handal (NOBI).
Ekspansi ini terjadi bersamaan dengan masuknya Robinhood ke pasar Indonesia minggu ini, yang menyoroti daya tarik Indonesia yang semakin meningkat bagi platform aset digital utama. Robinhood, platform keuangan asal Amerika seperti diketahui masuk ke PT Pedagang Aset Kripto (Coinvest).
Seperti yang dilaporkan oleh Cryptonomist, langkah ini menyusul komentar yang dibuat oleh Ben Zhou, salah satu pendiri dan CEO Bybit, selama Coinfest Asia 2025 pada bulan September, di mana ia menggarisbawahi pentingnya strategis Indonesia dan menggambarkannya sebagai "salah satu pasar digital yang paling menjanjikan".
"Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 18 juta pengguna kripto aktif. Melihat perkembangan pasar kripto di Indonesia, Bybit menyadari adanya pendekatan yang progresif di Indonesia serta kepedulian, baik dari pengguna maupun pemerintah, terhadap pertumbuhan ekosistem kripto," kata Ben Zhou dikutip Jumat (12/12/2025).
Baca Juga
CEO Bybit Bahas Regulasi Kripto dengan Menteri Keuangan Vietnam
Adapun keberadaan Bybit di Indonesia di waktu yang akan datang tentunya akan mendorong perkembangan inovasi kripto selanjutnya. Kolaborasi antara Bybit dan NOBI diharapkan akan menjadi sinergi yang turu mendukung perkembangan market kripto di Asia Tenggara.
"Ke depannya, Bybit Indonesia juga akan memperkuat komunitas kripto di Indonesia melalui edukasi dan solusi berdasarkan tanggapan para pengguna, untuk bertumbuh bersama-sama," kata CEO NOBI Lawrence Samantha.
Sebelumnya, PT Dana Kripto Indonesia (NOBI Group) meluncurkan NOBI Dana Kripto. Produk ini hadir sebagai pionir dan satu-satunya manajemen aset kripto di Indonesia. PT Dana Kripto Indonesia berhasil menjadi peserta OJK Regulatory Sandbox dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025. Melalui produk ini, NOBI group menawarkan solusi investasi aset kripto yang lebih mudah melalui satu produk indeks terkelola.
Baca Juga
Usai Peretasan Bybit, Kepemilikan Bitcoin Korea Utara Ungguli El Salvador dan Bhutan
Peluncuran NOBI Dana Kripto bukan hanya menjadi tonggak penting bagi NOBI Group, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem investasi digital yang lebih inklusif di Indonesia. Produk ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus menciptakan pondasi untuk mendukung partisipasi institusi di masa depan.
Seperti diketahui, jumlah konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 19,08 juta orang dan transaksi Rp 446,77 triliun pada Oktober 2025. Menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah tersebut tiap bulan terus meningkat. Sumbangan pajak terhadap negara dan nilai transaksinya pun cukup besar. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan bahwa penerimaan pajak atas aset kripto telah mencapai Rp 1,76 triliun hingga Oktober 2025.
Data terakhir, di sisi penyelenggara perdagangan ada 25 PAKD, 1 bursa, dan 1 kliring, dan 2 kustodian. Sementara di proses (pipeline) perizinan ada 2 bursa, 2 kliring, 2 kustodian, dan 4 CPAKD.

