Robinhood Akuisisi Buana Capital dan Coinvest, Pieter Tanuri Jadi Penasihat Strategis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Robinhood mengakuisisi perusahaan pialang Indonesia Buana Capital Sekuritas dan pedagang aset keuangan digital (PAKD) berlisensi yakni PT Pedagang Aset Kripto (Coinvest). Hal ini menandai masuknya platform perdagangan ritel tersebut ke salah satu pusat kripto utama di Asia Tenggara.
Robinhood adalah platform investasi asal Amerika Serikat yang dikenal karena memperkenalkan konsep perdagangan saham dan kripto tanpa komisi, sehingga menarik investor ritel, khususnya generasi muda. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membeli saham, ETF, opsi, dan aset kripto dengan mudah melalui smartphone. Perusahaan ini bermula sebagai startup teknologi finansial, lalu berkembang pesat dan resmi melantai di Bursa New York (NASDAQ) pada tahun 2021 melalui penawaran umum perdana (IPO).
Akuisisi ini tak terlepas dari seksinya pasar di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan adopsi mata uang kripto terkemuka di dunia, didukung oleh regulasi yang suportif dan populasi muda yang melek teknologi. Hal ini menjadikannya target utama bagi perusahaan-perusahaan AS yang ingin bertumbuh di Asia.
Baca Juga
OJK Tambah Daftar Pedagang Kripto Resmi, Coinvest Jadi Anggota Ke-25 Bursa CFX
Menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat bahwa minat masyarakat terhadap aset kripto meningkat. Berdasarkan data terbaru, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 409,56 triliun pada Oktober tahun ini, meningkat dari periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset kripto terus meningkat. Tidak hanya nilai transaksi, jumlah konsumen aset kripto juga meningkat. Berdasarkan data, jumlah konsumen aset kripto mencapai 19,08 juta orang pada Oktober tahun ini, meningkat dari 18 juta orang pada periode sebelumnya.
“Indonesia mewakili pasar perdagangan yang berkembang pesat, menjadikannya tempat yang menarik untuk memajukan misi Robinhood dalam mendemokratisasi keuangan untuk semua,” kata Kepala Asia di Robinhood Patrick Chan, dilansir dari CNBC International, Senin (8/12/2025).
Mengakuisisi perusahaan pialang memudahkan perusahaan memasuki pasar baru dengan membantu memenuhi persyaratan regulasi dan membangun kehadiran, sementara mengakuisisi pedagang aset digital berlisensi mempercepat akses ke produk kripto.
Baca Juga
Raksasa Keuangan Robinhood Segera Mulai Perdagangan Berjangka Kripto di AS dan Eropa
Robinhood tidak mengungkapkan ketentuan keuangan dari kesepakatan ini, yang diperkirakan akan rampung pada paruh pertama tahun 2026. Pieter Tanuri, pemilik mayoritas kedua perusahaan Indonesia, akan tetap menjabat sebagai penasihat strategis Robinhood, ungkap perusahaan tersebut.
Platform berbasis aplikasi bebas komisi milik Robinhood ini secara luas diakui telah mendisrupsi perdagangan ritel AS dengan menarik generasi investor baru dan mengubah cara masyarakat Amerika berinteraksi dengan pasar saham.
Kesepakatan ini menandai babak baru bagi platform perdagangan ritel ini, yang telah mendapatkan pengakuan pasar yang lebih luas tahun ini setelah bergabung dengan indeks acuan S&P 500. Perusahaan juga mengumumkan masuknya mereka ke pasar prediksi pada bulan Maret.
Saham Robinhood yang go public di New York pada tahun 2021, telah naik hampir 268% sejauh ini pada tahun 2025 - hingga penutupan perdagangan pada tanggal 4 Desember.

