Sumatera Utara Kian Dominan, BEI Dorong Lonjakan Investor Syariah Lewat MAINSTORY 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Medan Sharia Investor City (MAINSTORY) 2025. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari inisiatif memperluas literasi dan peran investor syariah di daerah.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi wilayah yang kontribusinya menonjol dalam perkembangan pasar modal syariah nasional.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menegaskan wilayah Sumatera Utara sebagai salah satu daerah dengan akselerasi investor syariah paling kuat.
“Karena pertumbuhan investor saham syariah di Indonesia salah satu yang tertinggi ada di Sumatera Utara. 5 tahun terakhir rata-rata 30% pertahun pertumbuhan investor saham syariah dari Sumatera Utara,” kata Jeffrey dalam sambutan Medan Sharia Investor City (MAINSTORY) 2025 di Medan, Jumat, (21/11/2025).
Baca Juga
BEI Unsuspensi Saham FPNI dan AMMS, Penguatan bisa Berlanjut?
Tak hanyq itu, Jeffrey juga menjelaskan pasar modal syariah Indonesia kini berada pada fase pertumbuhan yang pesat, ditopang landasan regulasi yang komprehensif.
“Untuk pasar modal syariah, kita juga patut bersyukur, karena saat ini pasar modal syariah Indonesia sudah masuk pada fase pertumbuhan. Kita tidak lagi berputar dalam debat fikir halal-haram,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, ekosistem regulasi telah lengkap, “Di pasar modal Indonesia ada lebih dari 11 POJK, lebih dari 26 fatwa di DSN-MUI yang mengatur tentang berinvestasi secara syariah,” ungkapnya.
Menurutnya, aspek kepatuhan syariah kini mencakup seluruh proses, mulai pembukaan akun hingga dana jaminan investor. “Seluruhnya sudah diatur bagaimana yang sesuai dengan syariah. Hal itu yang membuat pasar modal syariah Indonesia mendapatkan apresiasi secara global,” bebernya.
Baca Juga
Di tengah penguatan pasar syariah, performa pasar modal nasional juga menunjukkan tren positif. BEI mencatat sepanjang tahun ini indeks harga saham gabungan (IHSG) tumbuh hampir 19%, nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 15.300 triliun, nilai transaksi harian sudah mencapai Rp 16,9 triliun, serta jumlah investor kita sudah mencapai 19,5 juta.
Ia menegaskan capaian tersebut menempatkan Indonesia dalam kelompok 20 besar bursa dunia sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai bursa terbesar di ASEAN.
