Telkom Dorong Digitalisasi Pelaku Usaha Sumatera Utara untuk Perkuat Ekonomi Daerah
MEDAN, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mendorong pelaku usaha di Sumatera Utara memperkuat transformasi digital guna meningkatkan daya saing bisnis sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Sumatera Utara tumbuh 4,98% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin pentingnya penguatan ekosistem bisnis dan pemanfaatan teknologi digital di daerah.
General Manager Witel Sumut Telkom Indonesia, Agung Tri Cahyono, mengatakan Telkom berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pendekatan teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha.
“Pertemuan ini merupakan komitmen Telkom Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pendekatan teknologi yang adaptif,” ujar Agung dalam siaran pers, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga
TelkomGroup Optimalkan Konektivitas Satelit Telkomsat di 17 Titik Terdampak Gempa NTT
Sementara itu, SM Digital Connectivity Wireless Product Telkom Indonesia, Erika Yolanda, mengatakan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara turut mendorong kebutuhan digitalisasi, khususnya pada sektor coffee shop dan kuliner.
Hal tersebut disampaikan Erika dalam acara Telkom Business Circle yang digelar di Telkom Regional 1 Medan pada 31 Juli 2026.
Menurut Erika, Telkom Business Circle menjadi forum diskusi dan kolaborasi bagi pelaku usaha untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan transformasi digital sekaligus mengenal berbagai solusi digital business to business (B2B) yang ditawarkan Telkom.
Salah satu solusi yang diperkenalkan adalah WiFi Managed Service (WMS) dari Indibiz. Layanan tersebut tidak hanya menyediakan konektivitas internet, tetapi juga dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan memperkuat corporate branding.
Erika menjelaskan, ketika pelanggan terhubung dengan jaringan WiFi, mereka dapat langsung melihat logo dan informasi promosi usaha melalui fitur landing page. Data pelanggan yang terhubung juga dapat tercatat dalam dashboard sehingga dapat membantu pemilik usaha menyusun penawaran yang lebih tepat sasaran.
“Jadi, WMS tidak hanya soal koneksi internet, tapi juga alat bantu untuk membangun citra usaha yang lebih baik,” katanya.
Baca Juga
TelkomGroup Sediakan Internet Gratis di Posko Pengungsian NTT
Menurut Erika, kebutuhan konektivitas di industri coffee shop dan kuliner kini telah bergeser. Internet tidak lagi sekadar fasilitas tambahan, tetapi menjadi bagian dari pengalaman pelanggan.
“Sekarang tren sudah berubah, orang ke kafe itu bukan cuma beli kopi, tapi juga membeli kenyamanan, konektivitas, suasana, trennya begitu. Jadi bagi mereka yang belum menggunakan, dengan perubahan tren seperti itu, kebutuhan internet itu bukan cuma jadi fasilitas pendukung, justru jadi fasilitas utama,” jelas Erika.
EVP Telkom Regional 1, Dwi Pratomo Juniarto atau Tomy, mengatakan Telkom Business Circle dirancang sebagai ruang kolaborasi antara Telkom dan pelaku usaha di daerah.
“Telkom senantiasa berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis dengan menghadirkan solusi digital yang relevan dengan berbagai kebutuhan bisnis. Harapannya dengan adaptasi digital bagi pelaku bisnis, geliat ekonomi di daerah semakin maju untuk menopang ekonomi nasional,” ujar Tomy.

