IHSG Berbalik Melemah 0,20%, Sebaliknya Sejumlah Saham Ini Perkasa SWID hingga BUMI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/11/2025), ditutup berbalik melemah 16,57 poin (0,20%) menjadi 8.372. Rentang pergerakan 8.354-8.420 dengan nilai transaksi Rp 20,08 triliun. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang mengalami penguatan.
Penurunan ini dipicu pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor industri turun 1,50%, sektor teknologi 1,23%, konsumer non primer melemah 0.62%, sektor konsumer primer 0,49%, dan sektor konsumer non primer 0,62%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor infrastruktur, properti, kesehatan, dan keuangan.
Baca Juga
Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Tambah Armada Baru, Perkuat Layanan Logistik di Akhir 2025
Meski IHSG melemah, beberapa saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SWID menguat 34,78% menjadi Rp 124, CSIS naik 25% menjadi Rp 330, MORA menguat 25% menjadi Rp 5.075, JECC naik 25% menjadi Rp 1.375, BEEF naik 24,80% menjadi Rp 780, dan CSMI naik 24,41% menjadi Rp 316.
Meski tak ARA, saham BEER melesat 33,82% menjadi Rp 182, BAJA melesat 23,90% menjadi Rp 197, KBLV menguat 23% menjadi Rp 246, TIRA naik 22,59% menjadi Rp 1.845, dan saham BUMI melesat 16,67% menjadi Rp 224. Bahkan, saham BUMI sempat sentuh level tertinggi baru lebih dari 10 tahun terakhir ke Rp 240.
Kemarin, IHSG ditutup rebound sebanyak 22,05 poin (0,26%) menjadi 8.388 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham oleh pemodal asing senilai Rp 1,23 triliun. Net buy terbanyak disumbangkan saham EMAS Rp 598,61 miliar, CMRY Rp 301,37 miliar, dan BMRI Rp 261,60 miliar.
Baca Juga
KISI Optimistis Optimistis Pasar Saham Lanjut Bullish di 2026, Sektor Ini Jadi Pilihan
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor konsumer non primer 1,63%, sektor infrastruktur 1,46%, sektor infrastruktur 1,56%, sektor properti 1,03%, sektor konsumer primer 0,15%, sektor transportasi 1,46%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, teknologi, energi, dan material dasar.
Di tengah rebound tersebut, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti saham TRON naik 34,62% menjadi Rp 105, PJHB menguat 25% menjadi Rp 1.000, MORA menguat 24,92% menjadi Rp 4.060, UANG naik 24,85% menjadi Rp 4.220, PUDP naik 24,66% menjadi Rp 910, CSIS menguat 24,53% menjadi Rp 264, KDTN naik 24,35% menjadi Rp 286. Meski tak ARA, saham BELL naik 34,38% menjadi Rp 86, KBLV naik 25,79% menjadi Rp 200, MPRO menguat 20% menjadi Rp 9.000, dan ITMA menguat 15,30% menjadi Rp 1.545.

