Melesat 339%, Saham Barito Renewables (BREN) Masuk UMA
JAKARTA, Investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dalam daftar saham bergerak di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA), menyusul lonjakan harga dalam tujuh hari terakhir.
Berdasarkan data BEI, saham BREN telah melambung sebanyak 339,74% dalam tujuh hari perdagangan di BEI. Saham emiten Prayogo Pangestu ini menguat dari harga listing perdana Rp 780 menjadi Rp Rp 3.430 pada penutupan perdagangan saham kemarin. Penguatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar perseroan melambung menjadi Rp 458,88 triliun.
Baca Juga
Dipimpin Barito (BRPT), Berikut Daftar Pemegang Saham Cuan Triliunan dari BREN
“Dalam rangka pelindungan investor, kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham BREN di luar kebiasaan. Namun pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A, di Jakarta, Rabu (18/10/2023).
Kemarin, BREN kembali menorehkan peningkatan kapitalisasi pasar (market cap) menjadi Rp 458,88 triliun menyalip dua emiten sekaligus PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Selasa (17/10/2023).
Baca Juga
Tujuh Hari Listing, Barito Renewable (BREN) Sukses Salip Market Cap AMMN dan TLKM
Lompatan market cap tersebut menjadikan perusahaan Prajogo Pangestu ini kini menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat setelah menyalip TLKM dan AMMN. Sedangkan posisi pertama masih dipegang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), kedua PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan ketiga PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
Barito Renewables Energy merupakan pengembang dan pemilik pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia dan nomor lima di dunia. Perseroan dan melalui anak usahanya menguasai kapasitas pembangkit listrik sebanyak 886 MW. Sedangkan kapasitas pembangkit perseroan ditargetkan bertumbuh menjadi 1.032 MW pada 2027.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Menguat, Pemodal Disarankan Hindari Tiga Saham Ini
Berdasarkan data kinerja keuangan Barito Renewables tercatat laba periode berjalan perseroan melesat dari US$ 158,76 juta pada 2021 menjadi US$ 172,56 juta pada 2022. Sedangkan Pendapatan bertumbuh dari US$ 537,36 juta menjadi US$ 569,78 juta.

