Barito Renewables (BREN): Melesat 1.342% hingga Sahamnya Masuk FTSE Global Index
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) resmi masuk dalam perhitungan FTSE Global Equity Index kapitalitalisasi pasar besar mulai Juni 2024. Sedangkan PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) masuk dalam indeks FTSE kapitalisasi pasar kecil (small cap).
Emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, Barito Renewables (BREN), ini merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indoensia (BEI) dengan nilai Rp 1.505,09 triliun. Nilai tersebut dicapai setelah emiten yang listing di BEI pada 9 Oktober 2023 mencatatkan lompatan harga dari Rp 780 menjadi Rp 11.250 atau melesart 1.342%.
Baca Juga
Market Cap Tembus Rp 1.501 Triliun, Simak Fakta Barito Renewables (BREN) Ini
“Kami menyambut baik masuknya BREN dalam FTSE Global Equity Index. Hal ini tentunya merupakan bentuk dari kepercayaan pasar terhadap strategi bisnis jangka panjang perseroan siap mendukung transisi energi menuju net zero. Masuknya BREN ke dalam indeks ini juga merupakan apresiasi dari pasar terhadap langkah-langkah ekspansif yang telah dilakukan BREN,” Corporate Secretary dan Direktur Barito Renewables (BREN) Merly dalam penjelasan resminya di BEI, Minggu (26/5/2024).
Dia melanjutnya, penambahan BREN ke dalam FTSE Global Equity Index ini menegaskan komitmen BREN dan sejalan dengan pengembangan bisnis dan strategi perusahaan. Awal tahun ini, perseroan melalui Barito Wind berhasil menuntaskan akuisisi pembangkit listrik tenaga angin Sidrap 1 dengan kapasitas 75 MW.
Baca Juga
Prajogo Pangestu, Konglomerat Pionir Bisnis Geothermal Terbesar
Anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini melalui cucu usahanya Barito Wind juga telah menyelesaikan akuisisi aset dalam pengembangan akhir (late-stage), Sidrap 2 dengan kapasitas potensial sebesar 69MW yang tendernya direncanakan pada semester II-2024.
Selain itu, perseroan melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal, secara konsisten melakukan langkah-langkah operasional strategis untuk meningkatkan kapasitas di unit Salak, Darajat, dan Wayang Windu melalui program retrofit dengan target peningkatan kapasitas 116 MW. Hal ini akan membawa kapasitas panas bumi dari 886 MW saat ini menjadi 1.002 MW pada 2027.
Grafik Saham BREN

