Anjlok 35,34%, Laba Mandiri Coal (MCOL) Jadi US$ 227,82 Juta
JAKARTA, investortrust.id – PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) atau Mandiri Coal membukukan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 35,34% menjadi US$ 227,82 juta tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 352,34 juta.
Mandiri Coal adalah perusahaan pertambangan batu bara yang memiliki tambang di Nunukan, Kalimantan Utara. Mandiri Coal (MCOL) merupakan perusahaan yang dikendalikan Eddy Sugianto, yaitu satu dari beberapa orang terkaya Indonesia dengan nilai kekayaan mencapai US$1,3 miliar.
Baca Juga
Usai Tetapkan Dividen Interim, Komisaris Ini Lepas Puluhan Juta Saham Mandiri Coal (MCOL)
Manajemen Mandiri Coal dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (5/3/2024), menyebutkan penurunan laba sejalan dengan koreksi pendapatan perseroan dari US$ 1,06 miliar menjadi US$ 917,05 juta. Sebaliknya beban pokok pendapatan naik dari US$ 534,54 juta menjadi US$ 580,97 juta.
Penurunan laba juga dipicu atas peningkatan beban umum dan administrasi dan kenaikan biaya keuangan. Hal ini menjadikan laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan turun dari US$ 458,36 juta menjadi US$ 295,51 juta.
Baca Juga
Mandiri Coal (MCOL) Bagikan Dividen Interim Jumbo, Simak Jadwal Berikut
Sedangkan total aset meningkat dari US$ 734,62 juta menjadi US$ 744,87 juta pada 2023. Sebaliknya total liabilitas turun dari US$ 167,93 juta menjadi US$ 159,21 juta.
Mandiri Coal (MCOL) sebelumnya telah membagikan dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp 888,89 miliar. Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham pada 7 Desember 2023. Sedangkan cum dividen interim tersebut ditetapkan pada 20 November 2023.

