Usai Tetapkan Dividen Interim, Komisaris Ini Lepas Puluhan Juta Saham Mandiri Coal (MCOL)
JAKARTA, investortrust.id – Saat PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) atau Mandiri Coal menetapkan dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp 888,89 miliar, komisaris perseroan Diah Ariningpuri Sugianto justru melepas puluhan juta saham ke pasar.
Head of Corsec Mandiri Coal (MCOL) Jeanny Pratiwi mengatakan, Diah Ariningpuri Sugianto melepas sebanyak 12 juta saham MCOL dengan harga pelaksanaan Rp 5.500 per saham pada 9 November. Dirinya meraup dana berkisar Rp 66 miliar dari aksi lepas saham tersebut.
Baca Juga
Mandiri Coal (MCOL) Bagikan Dividen Interim Jumbo, Simak Jadwal Berikut
Pelepasan tersebut menjadikan total kepemilikan saham Diah Ariningpuri Sugianto berkurang drastis dari semula 14,89 juta saham menjadi 2,89 juta saham. “Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” tulisnya dalam penjelasan resminya Jumat (10/11/2023).
Saat hari penjualan saham, Mandiri Coal (MCOL) menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp 888,89 miliar. Pembagian dividen tersebut sesuai dengan keputusan dewan direksi dan komisaris perseroan.
Jeanny Pratiwi mengatakan, sesuai keputusan direksi dan telah disetujui dewan komisaris perseroan pada 9 November 2023 ditetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2023.
“Perseroan menetapkan total dividen interim senilai Rp 888,89 miliar atau setara dengan Rp 250 per saham,” tulisnya dalam penjelasan resminya Jumat (10/11/2023).
Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham pada 7 Desember 2023. Sedangkan cum dividen interim tersebut ditetapkan pada 20 November 2023.
Baca Juga
Prajogo Pangestu dari Sopir Angkot hingga Lompatan Kekayaan Jadi US$ 20,2 Miliar
Sebelumnya, laba perusahaan yang dikendalikan Eddy Sugianto, Mandiri Coal, turun sebanyak 30,68% menjadi US$ 177,57 juta hingga kuartal III-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 256,16 juta.
Penurunan tersebut berimbas terhadap koreksi laba per saham dasar dari US$ 0,07205 menjadi US$ 0,04994. Sedangkan pendapatan perseroan dari US$ 746,55 juta menjadi US$ 686,70 juta. Penurunan juga dipicu peningkatan beban pokok dari US$ 369,94 juta menjadi US$ 420,41 juta, alhasil laba bruto turun dari US$ 376,60 juta menjadi US$ 266,28 juta.

