Diversifikasi ke Tambang Emas, Saham Bumi Resources (BUMI) Direvisi Naik ke Rp 300
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Langkah agresif PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendiversifikasi bisnis ke tambang emas dan tembaga melalui akuisisi 100% Wolfram Ltd bersamaan dengan perbaikan kinerja keuangan pada kuartal III-2025 menjadikan saham ini layak dipilih. BUMI direkomendasikan beli dengan target peluang penguatan lebih dari 52%.
Pada kuartal III-2025, Bumi Resources (BUMI) mencatat pendapatan sebesar US$ 359 juta, tumbuh 9,2% secara kuartalan dan 8,6% secara tahunan. Kenaikan tersebut menjadikan total pendapatan sepanjang sembilan bulan pertama 2025 mencapai US$ 1 miliar atau 74,6% dari proyeksi tahun penuh. Angka tersebut melampaui konsensus pasar atau setara dengan sebesar 84,1%.
Baca Juga
Analis Samuel Sekuritas Fadhalan Banny dan Juan Harahap emengatakan, peningkatan kinerja BUMI ditopang oleh segmen batu bara dengan sumbangan US$ 854 juta, naik 9,2% secara kuartalan berkat harga jual rata-rata (ASP) yang lebih tinggi, meski volume penjualan Arutmin turun 3,8% menjadi 5,1 juta ton. Laba bersih kuartal III tercatat US$ 9 juta atau melonjak 254,3% dibanding kuartal sebelumnya, namun turun 76,3% secara tahunan.
Selain kinerja yang cenderung berbalik tumbuh, BUMI mengumumkan akuisisi 100% saham Wolfram Limited, perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia, bulan ini. Wolfram memiliki dua aset utama, yaitu Crush Creek dengan cadangan 191 ribu ons dan sumber daya 470 ribu ons (2,3 g/t), serta Mount Carlton dengan cadangan 129 ribu ons dan sumber daya 197 ribu ons (1,4 g/t). Nilai transaksi setara dengan valuasi EV/reserve sebesar US$ 133 per ons, atau diskon 64% dibanding rata-rata global.
Sumber: Samuel Sekuritas
Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa BUMI menilai akuisisi ini akan memperkuat stabilitas pendapatan jangka panjang serta memperluas portofolio di luar batu bara. Perseroan menyiapkan belanja modal (capex) sebesar US$ 5,8 juta untuk peningkatan aset tambang Wolfram dengan target produksi komersial dimulai pada Juni 2026 menggunakan fasilitas flotation plant.
Selanjutnya, BUMI berencana membangun fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) dengan investasi sekitar US$ 45,5 juta untuk meningkatkan produksi emas pada 2029. Dengan asumsi volume penjualan mencapai 40 ribu ons pada 2027, segmen emas diperkirakan dapat menambah pendapatan sekitar US$ 221 juta, setara peningkatan 13,6% dari proyeksi sebelumnya.
Baca Juga
Peningkatan kinerja kuartalan ditambah diversifikasi bisnis tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BUMI dengan target harga Rp 300 per saham. Target harga tersebut mencerminkan potensi kenaikan 52%. Target tersebut memperhitungkan kontribusi tambahan dari aset emas Wolfram serta potensi revaluasi seiring transformasi BUMI menjadi perusahaan tambang logam terdiversifikasi.
Adapun perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin secara tiba-tiba saham BUMI melesat hingga sempat auto reject atas (ARA) menjadi Rp 202, meski pada penutupan hanya naik Rp 48 (32%) menjadi Rp 198. Level Rp 202 merupakan level tertinggi saham BUMI lebih dari lima tahun terakhir.

