Bumi Resources Minerals (BRMS) Temukan Cadangan Baru di Tambang Emas Poboyo
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengumumkan, anak usahanya PT Citra PaluMinerals (CPM) menemukan tambahan sumberdaya dan cadangan mineral di Blok 1 (Poboya) di Palu, Sulawesi Tengah.
Penambahan sumberdaya tersebut berasal dari prospek River Reef, prospek Hill Reef 1, dan prospek baru di Watuputih yang berada disebelah barat River Reef.
Penemuan tersebut meningkatkan jumlah sumberdaya mineral yang ada di CPM sebesar 50% dari sebelumnya 28,4 juta ton bijih menjadi 42,7 juta ton bijih dengan rata-rata kadar emas 2.6 g/t.
Jumlah cadangan mineral yang dikelola oleh CPM juga meningkat sebesar 38% dari sebelumnya 22,8 juta ton bijih menjadi 31,5 juta ton bijih, dengan rata-rata kadar emas sebesar 2,4 g/t.
Baca Juga
Produksi Emas Bumi Minerals (BRMS) Tumbuh 328%, Laba Ikut Terangkat
Direktur Utama BRMS, Agus Projosasmito, mengatakan tambahan sumberdaya dan cadangan mineral tersebut akan meningkatkan umur produksi dari tambang emas kami di Poboya, Palu.
‘’Kami juga berharap untuk dapat meningkatkan produksi emas kami pada semester kedua di tahun 2023 dari fasilitas pemrosesan emas kedua kami yang baru selesai dibangun,’’ papar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (1/11/2023).
Lebih lanjut, kenaikan produksi emas tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan Perusahaan di tahun 2023.
Terkait kinerja keuangan, BRMS membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 294% year on year (yoy) menjadi US$ 32,75 juta dibanding periode yang sama tahun 2022 yang tercatat US$ 8,32 juta.
Beban pokok pendapatan naik menjadi US$ 15,20 juta per kuartal III-2023, dari US$ 3,36 juta di kuartal III-2022, alhasil laba kotor yang dibukukan tercatat US$ 17,53 juta.
Sedangkan laba usaha tercatat naik menjadi US$ 9,88 juta dari US$ 1,58 juta. Adapun laba yang dapat diatribusakan kepada entitas pemilik induk tercatat US$ 10,48 juta, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya US$ 6,49 juta.
Baca Juga
Emiten Konstruksi Grup Astra (ACST) Catat Kontrak Baru Rp 2,41 Triliun
Agus Projosasmito mengatakan, kenakan laba bersih tersebut didukung kenaikan produksi emas sebanyak 328% dari 124 kilo gram menjadi 511 kilog gram. Kenaikan juga didukung pertumbuhan rata-rata harga jual dari US$ 1.805 per oz menjadi US$ 1.914 per oz.
Dia menambahkan, lonjakan volume produksi yang berimbas terhadap kenaikan pendapatan dkdukung atas pengoperasian pabrik emas ke dua dengan kapasitas terus meningkat.
“Kami berharap untuk dapat terus meningkatkan produksi emas kami sejalan dengan estimasi pabrik ke-2 mencapai kapasitas penuh pada kuartal IV-2023,” terangnya.

