Laba dan Harga Saham Unilever (UNVR) Turun Beruntun dalam Lima Tahun
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) konsisten mencatatkan penurunan laba bersih dalam lima tahun berturut-turut. Begitu juga dengan kinerja saham UNVR melanjutkan tren penurunan dalam satu terakhir.
Laporan kinerja keuangan UNVR tahun 2023 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/2/2024), mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 10,51% dari Rp 5,36 triliun pada 2022 menjadi Rp 4,80 triliun pada penghujung 2023. Hal ini membuat laba per saham turun dari Rp 141 menjadi Rp 126 per saham.
Baca Juga
Inilah Pesan Mantan Presdir Unilever (UNVR) ke Benjie, Sang Suksesor
Data kinerja keuangan perseroan dalam lima tahun terakhir terungkap bahwa UNVR konsisten melanjutkan tren penurunan. Tahun 2019 laba bersih perseroan masih mencapai Rp 7,39 triliun turun menjadi Rp 7,16 triliun pada 2020. Penurunan berlanjut menjadi Rp 5,75 triliun pada 2021, mencapai Rp 5,36 triliun pada 2022, dan turun hingga di bawah Rp 5 triliun pada 2023.
Begitu juga dengan penjualan perseroan cenderung menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir dari posisi tahun 2019 Rp 42,92 triliun menjadi Rp 41,21 triliun pada 2022 dan kembali melorot menjadi Rp 38,61 triliun pada 2023.
Selain penjualan dan laba bersih, laporan keuangan perseoran mengungkap tren penurunan EBITDA juga melanda UNVR dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data EBITDA tahun 2023 senilai Rp 7,23 triliun atau anjlok dalam dari tahun 2019 senilai Rp 11,25 triliun.
Baca Juga
Pendapatan Bersih Unilever (UNVR) 2023 Diproyeksi Hanya Sampai Rp 40 Triliun
Terkait kinerja saham UNVR, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, telah terjadi penurunan sebanyak 32,71% dalam satu tahun terakhir. Saham UNVR turun dari level penutupan 7 Februari 2023 senilai Rp 4.860 menjadi Rp 3.270 pada penutupan 7 Februari 2024.
Dalam lima tahun terakhir, saham UNVR telah melorot dari level Rp 9.965 pada 8 Februari 2019 menjadi Rp 3.270 pad 7 Februari 2024 atau anjlok 67,18%. Sedangkan sepanjang 2024 berjalan, saham UNVR telah anjlok dari level Rp 3.530 pada penutupan akhir 2023 menjadi Rp 3.270 pada penutupan perdagangan saham kemarin atau terkoreksi sebanyak 7,36%.
Di Bawah Target
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhir yang diterbitkan tahun lalu menyebutkan bahwa belum ada sentiment positif yang bisa mendongkrak penjualan perseroan tahun 2024. Kenaikan upah pekerja yang diharapkan mendongkrak konsumsi masyarakat juga tidak bisa diandalkan, karena rata-rata kenaikan upah hanya 3,9% tahun 2024, dibandingkan tahun 2023 sekitar 7,2%.
“Kami memilih untuk menurunkan target pendapatan dan laba bersih UNVR tahun 2024, seiring dengan ekspektasi peningkatan daya beli masyarakat yang lemah dan rendahnya dampak pemilu terhadap penjualan perseoran,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Bansos Lambungkan Emiten Konsumer, Simak Target Harga 5 Saham Konsumer Ini
Hal tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target pendapatan dan laba bersih UNVR tahun 2024. Proyeksi pendapatan direvisi turun dari semula Rp 43,67 triliun menjadi Rp 41,76 triliun. Begitu juga dengan estimasi laba bersih direvisi turun dari Rp 6 triliun menjadi Rp 5,62 triliun.
Terkait realisasi kinerja keuangan UNVR tahun 2023 terhadap estimasi BRI Danareksa Sekuritas terpaut jauh di bawah. BRI Danareksa Sekuritas sebelumnya telah merevisi turun target laba bersih UNVR tahun 2023 menjadi Rp 5,4 triliun, dibandingkan dengan realisasi hanya Rp 4,8 triliun.
Begitu juga dengan target pendapatan UNVR yang dipatok BRI Danareksa Sekuritas mencapai Rp 40,39 triliun, tapi realisasi jauh di bawahnya atau hanya mencapai Rp 38,61 triliun.
Performa Saham UNVR dalam 5 Tahun

