Laba Jasa Marga (JSMR) Turun Jadi Rp 2,72 Triliun, Meski Pendapatan Naik
JAKARTA, investortrust.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan penurunan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 2,72 triliun hingga September 2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,30 triliun. Penurunan ini memicu laba bersih persa ahm turun dari Rp 454,74 menjadi Rp 375,95 per saham.
Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru naik menjadi Rp 21,83 triliun hingga September 2025, dibandingkan Rp 20,17 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Kontributor terbesar berasal dari segmen pendapatan tol sebesar Rp 13,42 triliun, diikuti pendapatan usaha lainnya dan pendapatan konstruksi.
Baca Juga
Jasa Marga Ungkap Rencana Integrasi Hunian Vertikal ke Travoy Hub Taman Mini
Dari sisi profitabilitas, laba bruto meningkat menjadi Rp 8,73 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 8,12 triliun. Beban umum dan administrasi tercatat lebih terkendali naik menjadi Rp 1,63 triliun. Sebaliknya beban keuangan naik dari Rp 186,85 miliar menjadi Rp 234,48 miliar.
Dengan penguatan ini, laba usaha perseroan naik menjadi Rp 7,23 triliun, lebih tinggi dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,77 triliun. Sementara itu, beban pajak penghasilan mendadak melesat menjadi Rp 1,21 triliun, dibandingkan tahun lalu senilai Rp 73,12 miliar.
Baca Juga
Vandalisme Tol Telan Kerugian Rp 80 Miliar, Jasa Marga (JSMR) Pastikan Semua GT Pulih Pekan Depan
Hal ini memicu laba periode berjalan melemah menjadi Rp 3,65 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,96 triliun. Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari Rp 3,30 triliun menjadi Rp 2,72 triliun.

