Meski Sektor Telko Hadapi Tekanan di Kuartal III-2025, Saham TLKM Tetap Jadi Pilihan Teratas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja keuangan emiten telekomunikasi nasional berpotensi tertekan pada kuartal III-2025, seiring lemahnya pemulihan harga data. Berdasarkan data, harga paket data pada Juni–September 2025 menunjukkan pemulihan terbatas di seluruh operator, meski demikian tiga saham operator telko di Tanah Air tetap dipertahankan rekomendasi beli.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan mengatakan, harga campuran data Telkomsel relatif stagnan (-0,5% qoq). Kinerja tiga merek milik PT XL Axiata Tbk (EXCL) tercatat bervariasi, harga paket data XL naik 5,6%, Axis turun 7,6%, dan Smartfren naik 1,2%. Adapun dua merek utama Indosat, IM3 dan Hutch, mencatat penurunan signifikan masing-masing -5,5% dan -8,2% secara kuartalan.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Melesat 105 Poin, Banyak Saham Cetak ARA Dipimpin ZATA
“Hal ini mengindikasikan bahwa pemulihan harga di sektor telekomunikasi belum menunjukkan tanda penguatan berarti, seiring konsumsi data dan daya beli yang masih lesu,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas.
BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa perlambatan pemulihan harga berpotensi menekan pertumbuhan EBITDA sektor telekomunikasi tahun ini. Dengan asumsi yield data stagnan di kuartal III-2025, potensi penurunan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) diperkirakan mencapai 0,2–3,5%, dibandingkan estimasi semula.
ISAT berpotensi menjadi operator telko dengan risiko penurunan laba paling tinggi. Sedangkan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diproyeksikan mencatat kinerja lebih stabil dengan pertumbuhan yang lebih moderat.
Baca Juga
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor telekomunikasi. Saham TLKM tetap menjadi top pick berkat kinerja yield yang stabil dan potensi re-rating dari rencana spin-off unit infrastruktur (InfraCo). Saham TLKM direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.500.
Saham ISAT juga disebut menarik secara valuasi, karena diperdagangkan di level 4,1x EV/EBITDA FY25F, lebih murah dibanding TLKM (5,1x) dan EXCL (4,8x), sehingga ISAT direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.600. Adapun, saham EXCL dipertahankan wait and see atau hingga terlihat lebih jelas sinergi pascamerger dan dampak biaya integrasi.
Grafik saham Telko

