Penjualan Mobil 2023 Diprediksi Flat, Meski Demikian Saham ASII dan AUTO Tetap Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – Volume penjualan mobil nasional diprediksi bertumbuh stagnan sampai akhir tahun 2023. Sedangkan penjualan kuartal I-2024 diprediksi mendatar dan diharapkan mulai naik memasuki kuartal II tahun depan.
Berdasarkan data penjualan mobil mencatatkan kenaikan penjualan mobil bulan lalu sebanyak 5,7% dan kenaikan penjualan sepeda motor mencpai 10,8%.
Baca Juga
Insentif Mobil Listrik Bertambah, Tantangan Astra International (ASII) Bertambah
Sedangkan volume penjualan mobil nasional hingga November 2023 mencapai 924,1 ribu unit atau menunjukkan penurunan 2,3% dari periode sama tahun lalu. Penjualan sepeda motor meningkat sebanyak 22,6% menjadi 5,81 juta unit.
PT Astra International Tbk (ASII) sebagai penguasa penjualan mobil mencatatkan penurunan sebanyak 1,2% menjadi 513,1 ribu unit. Meski demikian pangsa pasar penjualan mobil perseroan justru meningkat menjadi 55,6% hingga November, diabdningkan bulan Oktober 55,3%.
Penguatan pangsa pasar perseroan didukung tingginya permintaan mobil hybrid, khususnya model Innova Hybrid dan Alphard Hybrid. Hal ini menjadikan Innova Hybrid menjadi mobil terlaris perseroan, bahkan nasional hingga November tahun ini.
Analis RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya mengatakan, berdasarkan angka penjualan mobil nasional hingga November terungkap bahwa volume penjuala sampai akhir tahun diprediksi mendatar.
Baca Juga
Wall Street Bergairah : Dow Melonjak Lebih dari 200 Poin, S&P 500 Mendekati Rekor Tertinggi
“Kami memperkirakan pertumbuhan penjualan mobil cenderung mendatar sampai kuartal I-2024 dan baru mulai meningkat perlahan-lahan pada kuartal II atau setelah pemilu,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Selain itu, dia mengatakan, peningkatan penjualan mobil diharapkan mulai menguat pada semester II tahun depan, apalagi setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga perbankan.
Di tengah kondisi penjualan mobil nasional cenderung mendatar, RHB Sekuritas merevisi turun prospek saham emiten property dari overweight menjadi netral. Sedangkan saham pilihan ASII direkomendasikan beli dengan target harga Rp 7.100.
RHB Sekuritas juga merekomendasikan beli saham PT Astra Otorparts Tbk (AUTO) dengan target harga Rp 3.510.

