IHSG Dibuka Turun Tipis, Sebaliknya 4 Saham Langsung Cetak ARA Dipimpin NIRO
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/10/2025), dibuka berbalik turun tipis 2,38 poin (0,03%) menjadi 8.235. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi mayoritas indeks saham Asia.
Meski dibuka melemah empat saham ini dibuka auto reject atas (ARA), yaitu NIRO naik 34,97% menjadi Rp 220, RANC naik 25% menjadi Rp 1.100, AKSI naik 25% menjadi Rp 470, dan RISE naik 19,86% menjadi Rp 8.750. Kenaikan juga melanda saham FITT sebanyak 23,56% menjadi Rp 1.285.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari Ini, Ada RAJA hingga ASII
Sektor utama penekan indeks pagi ini datang dari saham sektor material dasar, teknologi, konsumer non primer, energi, dan kesehatan. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor properti dan keuangan.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 149,1 poin (1,84%) menjadi 8.238 dengan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,34 triliun, terbanyak disumbangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,30 triliun dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 238,64 miliar.
Kenaikan ditopang penguatan saham sektor infrastruktur 3,46%, sektor property 3,51%, sektor transportasi 3,82%, sektor energi 1,49%, sektor konsumer primer 1,23%, sektor keuangan 0,83%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi dan konsumer non primer.
Baca Juga
Sejalan dengan lompatan IHSG tersebut, sejumlah saham ini cetak kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti NIRO menguat 34,71% menjadi Rp 163, INDX menguat 34,18% menjadi Rp 212, BULL melesat sebanyak 34,01% menjadi Rp 264, BESS menguat 25% menjadi Rp 1.675, MORA naik 25% menjadi Rp 1.350, dan SSTM naik 25% menjadi Rp 440.
ARA juga melanda saham WAPO naik 24,79% menjadi Rp 292, FITT naik 24,55% menjadi Rp 1.040, AKSI naik 24,50% menjadi Rp 376, BABY naik 24,42% menjadi Rp 535, COCO naik 24,39% menjadi Rp 306, dan RISE naik 19,67% menjadi Rp 7.300. Meski tak ARA, saham ini cetak kenaikan harga pesat FUTR naik 22,88% menjadi Rp 725 dan PGLI naik 20,32% menjadi Rp 450.

